Ketua LPCR PP Muhammadiyah Ajak Warga Solo Hijrah Menuju Kehidupan Berkualitas di Tahun Baru Islam 1447 H

oleh
oleh
Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat (LPCR PM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. M. Jamaludin Ahmad, S.Psi., menekankan bahwa momen Tahun Baru Islam, 1447 Hijriah, harus menjadi titik tolak perubahan menuju kebaikan | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS — Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. M. Jamaludin Ahmad, S.Psi., mengajak warga Muhammadiyah Solo menjadikan momen Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai titik awal hijrah menuju kehidupan yang lebih berkualitas dan maju. Ajakan tersebut disampaikan dalam pengajian Hari Bermuhammadiyah yang digelar di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Keprabon, Minggu (29/6/2025).

Dalam tausiyahnya, Jamaludin menegaskan bahwa esensi hijrah adalah perubahan—meninggalkan hal-hal yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih bermanfaat dan bermakna.

“Karena hijrah adalah berubah. Berubah meninggalkan hal yang tidak baik atau tidak berkualitas menuju hal yang berkualitas dan lebih maju,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Ia memaparkan enam langkah konkret untuk mewujudkan hijrah tersebut. Pertama, memperkuat keimanan kepada Allah SWT sebagai bekal menghadapi tantangan hidup. Kedua, meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah, yang salah satu bentuknya adalah menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan.

Langkah ketiga adalah memperbanyak dan meningkatkan kualitas ibadah, khususnya shalat berjamaah di masjid. Jamaludin menekankan pentingnya menghidupkan masjid sebagai pusat spiritualitas dan peradaban umat.

“Saya mengajak seluruh masjid dan musala Muhammadiyah di Surakarta untuk mewujudkan masjid yang makmur dan memakmurkan. Jadilah pelopor dalam menghidupkan shalat berjamaah,” tegasnya.

Langkah keempat adalah memperbanyak amal saleh yang berdampak nyata bagi umat dan masyarakat.

“Bermuhammadiyah dan ber-Islam itu adalah memberi manfaat. Apa pun bentuk kebaikannya, selama bermanfaat, itulah amal saleh yang perlu diperbanyak,” ujarnya.

Langkah kelima, menurutnya, adalah memperbaiki kualitas kehidupan keluarga. Ia berharap keluarga Muhammadiyah menjadi keluarga yang bahagia, bersyukur, dan sabar dalam menjalani kehidupan. Terakhir, langkah keenam adalah menjadikan dunia sebagai modal utama untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.

“Kalau lima langkah sebelumnya berorientasi dunia, maka yang keenam adalah bagaimana kita menjadikan dunia ini sebagai bekal menuju akhirat. Masjid menjadi solusi. Dari masjid kita bangkit,” tandasnya.

Pengajian Hari Bermuhammadiyah ini diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai cabang, ranting, ortom, dan warga Muhammadiyah se-Surakarta. Semangat hijrah yang digaungkan Jamaludin diharapkan mampu menginspirasi perubahan pribadi, keluarga, dan masyarakat menuju kehidupan yang lebih berkualitas, maju, dan diridhai Allah SWT.