SOLO, MettaNEWS – Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Pusat Ingrid Kansil meresmikan dua Gerai UMKM PD Ipemi Solo, Rabu (1/10/2025) yang terletak di Jl. DI Panjaitan No. 23 Jebres Solo dan di Mara Coffee Eatery Mojosongo Solo. Gerai UMKM Ipemi ini hadir sebagai ruang bagi anggota Ipemi Solo untuk memasarkan produk-produk unggulan mereka, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Dengan adanya wadah tersebut, para pelaku UMKM diharapkan semakin bersemangat dalam berkarya dan berinovasi.
Ketua Umum Ipemi Pusat, Ingrid Kansil, menyampaikan apresiasinya atas kiprah Ipemi Solo yang dinilai konkret dalam mendukung pelaku UMKM, termasuk pemberdayaan penyandang disabilitas. Ia menilai komitmen pengurus Ipemi Solo sangat kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota.
“Saya sangat mengapresiasi Ipemi di Kota Solo yang telah melaksanakan berbagai program, mulai dari pembinaan disabilitas hingga mendorong produk-produk UMKM agar bisa masuk ke pasar. Hari ini saya terharu melihat komitmen Ipemi Solo yang menghadirkan galeri UMKM di kawasan wisata, sesuai kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat,” ujar Ingrid.
Menurutnya, keberadaan galeri UMKM sangat penting untuk membantu pelaku usaha kecil menghadapi kendala klasik, yaitu permodalan, pemasaran, dan sarana penjualan. Galeri yang digagas Ipemi Solo ini menjadi solusi agar produk anggota bisa dipromosikan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Selain membantu pemasaran, keberadaan galeri ini juga memupuk rasa cinta terhadap produk lokal. Produk unggulan Solo, termasuk kulinernya, sangat luar biasa. Dengan cara ini, masyarakat bisa lebih mengenal dan mencintai produk daerahnya sendiri,” jelas Ingrid.
Ia berharap gerakan positif Ipemi Solo bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah maupun Indonesia. Ingrid juga menyinggung dukungan Kementerian UMKM yang berkomitmen mempromosikan produk anggota Ipemi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Bahkan Ipemi sudah terbentuk di beberapa negara. Jadi secara tidak langsung, produk-produk lokal juga ikut dipromosikan melalui kegiatan bazar atau event yang melibatkan diaspora Indonesia di luar negeri. Harapan saya, kiprah Ipemi Solo bisa ditiru oleh kota dan kabupaten lain,” tegas Ingrid.

Dengan adanya dua gerai UMKM ini, Ipemi Solo berharap dapat terus memperluas jangkauan pemasaran produk anggotanya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui penguatan ekonomi berbasis perempuan.
Ketua PD Ipemi Solo, Atik Puji Lestari, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Menurutnya, fasilitas yang diberikan pemerintah, seperti kemudahan pengurusan PIRT, sertifikasi halal, hingga Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis, sangat membantu para pelaku usaha.
“Harapan kami dengan dibukanya gerai yang kedua, anggota PD Ipemi Solo tambah semangat berkarya, membuat produk yang inovatif. Kami juga bersyukur didukung PLUT yang mempermudah banyak hal. Semoga fasilitas yang ada ini bisa menambah motivasi anggota,” kata Atik.
Ia menambahkan, sekitar 50 persen anggota Ipemi Solo saat ini sudah berproses melalui PLUT, terutama bagi yang bergerak di bidang makanan dan minuman.
“Kami sangat terbantu dengan dukungan dari Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Koperasi dan UMKM dengan kepanjangan tangannya PLUT. Anggota UMKM Ipemi Solo sudah mendapat PIRT, NIB, cap halal dengan gratis dari PLUT Surakarta,” tuturnya.
Sementara anggota lain yang bergerak di bidang jasa diarahkan untuk mendaftarkan merek dagangnya secara mandiri melalui Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
“Tempat gerai ini diharapkan menjadi wadah yang bermanfaat. Kami punya sembilan program utama yang fokus meningkatkan UMKM, khususnya bagi anggota PD Ipemi Solo. Minimal bisa meningkatkan ekonomi keluarga masing-masing. Harapan saya, ke depan bukan hanya dua gerai, tapi juga gerai ketiga, keempat, dan seterusnya,” tambahnya.









