Kericuhan di Mapolresta Solo, Ternyata Hanya Simulasi Penanganan Demo

oleh
Simulasi Pengamanan Demo di Mapolresta Solo, Rabu (16/3/2022) | Foto: MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO,MettaNEWS – Polresta Solo adakan latihan Simulasi penanganan pengamanan dan pelayanan masyarakat, hari Rabu (16/3/2022) di kawasan Polresta Solo. Pelatihan ini ditujukan untuk pengamanan saat terjadi demonstrasi atau unjuk rasa.

Latihan ini dilakukan sebagai langkah persiapan dan kesiapan para personil untuk antisipasi bila terjadi suatu kerusuhan, Sehingga para petugas siap dalam menanggulangi adanya potensi aksi kerusuhan massa yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan pelatihan ini untuk memberikan gambaran tahap demi tahap tentang zona hijau, kuning dan merah hingga situasi yang anarkis.

“Penilaian situasi di sini sangat penting, agar mereka memahami bagaimana perintah atau teritment dalam menangani setiap zona yang terjadi di lapangan” jelasnya.

Ade juga menambah Dalam simulasi ini terdapat tolal 250 personel yang menjalankan simulasi dibagi dari beberapa tim dari yang berunjuk rasa atau demo, team negosiator yang menjadi fasilitator kepentingan kedua belah pihak untuk mencari kesepakatan dalam unjuk rasa.

Kemudian jika situasi menjadi tidak terkendali maka tim formasi Satuan Dalmas (pengendali massa) akan masuk untuk meredam masa, jika situasi berubah menjadi anarkis tim formasi gabungan antara mobil barikade dengan formasi Satuan Dalmas akan diturunkan.

Dari pantauan MettaNews, pelatihan ini dilakukan dengan konsep yang sama dengan unjuk rasa pada umumnya, namun sebagai pembeda pada simulasi ini barang yang dilemparkan pada barisan blokade mengunakan bola air atau spons yang diberi air agar tidak terjadi cedera, namun cukup memberi gambaran situasi kerusuhan sebenarnya.