Kenaikan Isa Almasih di GKJ Danukusuman Solo, Jemaat Diajak Wujudkan Iman Lewat Kepedulian Alam dan Sosial

oleh
oleh
GKJ Danukusuman Solo | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Ibadah Hari Kenaikan Isa Almasih di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Danukusuman pada Kamis, 14 Mei 2026 berlangsung khidmat sekaligus penuh makna. Tidak hanya melalui ibadah, rangkaian kegiatan tahun ini juga diisi dengan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.

Pendeta GKJ DAnukusuman Pdt. Dr. Uri Christian Sakti Labèti menjelaskan bahwa peringatan Kenaikan Yesus Kristus menjadi momentum bagi jemaat untuk memaknai kemandirian iman melalui karya nyata.

“Yang jelas kami ada ibadah kenaikan untuk mengenang peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga. Selain itu, ada juga kegiatan yang terkait dengan tema yang sedang kami hidupi sebagai lanjutan dari Paskah,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejak masa Paskah hingga perayaan Kenaikan Isa Almasih, GKJ Danukusuman mengangkat tema kepedulian terhadap ekologi. Berbagai kegiatan pun diarahkan pada upaya pemeliharaan alam dan lingkungan.

“Bentuk pemeliharaan ekologinya misalnya penghijauan gereja, kemudian kami juga memiliki bank sampah dengan mengumpulkan sampah untuk dikelola bersama,” katanya.

Menurut Pendeta Uri, makna Kenaikan Yesus Kristus tidak hanya dipahami sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga tentang kemandirian dan tanggung jawab umat dalam mengekspresikan iman melalui tindakan positif.

“Intinya, kalau kenaikan Yesus itu soal kemandirian. Seperti anak yang diberi kesempatan orang tua untuk mengekspresikan diri, jemaat juga mengekspresikan iman melalui karya, baik karya untuk alam maupun karya sosial,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan tersebut telah dipersiapkan sejak Februari 2026. Dimulai dari masa puasa 40 hari pada 18 Februari, kemudian memasuki perayaan Paskah, Kenaikan Isa Almasih, hingga nantinya ditutup dengan perayaan Pentakosta atau turunnya Roh Kudus pada 24 Mei 2026.

“Semua sudah diatur sedemikian rupa oleh panitia sejak Februari hingga nanti berakhir pada 24 Mei untuk rangkaian Paskah dan kenaikan, sebelum Pentakosta,” ungkapnya.

Selain kegiatan bertema lingkungan, GKJ Danukusuman juga menggelar berbagai aksi sosial untuk masyarakat sekitar. Di antaranya donor darah dan berbagi bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Jadi karya sosial kami juga ada donor darah, kemudian berbagi berkat untuk masyarakat di sekitar,” pungkas Pendeta Uri.