JAKARTA, MettaNEWS – Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menghadirkan kisah haru dari para perantau. Di tengah padatnya aktivitas di Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026), sejumlah pemudik mengaku terbantu hingga akhirnya bisa pulang kampung tanpa beban biaya.
Salah satunya adalah Diatri Prima. Wajahnya tampak lega saat menggenggam tiket kereta menuju kampung halamannya di Purwokerto. Kondisi hidupnya yang baru saja terguncang akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat perjalanan mudik tahun ini terasa sangat berarti.
“Senang, baru pertama kali ikut. Sangat terbantu, apalagi saya baru kena lay off,” curhat Diatri.
Jika harus membeli tiket sendiri, Diatri memperkirakan harus mengeluarkan sekitar Rp200 ribu. Nominal tersebut cukup berat baginya saat ini. Dengan adanya program mudik gratis, ia bisa mengalihkan uang tersebut untuk kebutuhan lain di kampung halaman.
Cerita serupa juga datang dari Solihin, seorang sopir pribadi yang hampir mengurungkan niat mudik ke Solo. Harga tiket yang melonjak hingga Rp400 ribu lebih membuatnya berpikir ulang.
“Alhamdulillah sangat membantu. Kalau tidak, mungkin saya tidak pulang,” katanya.
Bagi pekerja sektor informal, biaya perjalanan yang tinggi kerap menjadi kendala untuk pulang saat Lebaran. Program mudik gratis pun menjadi solusi nyata agar mereka tetap bisa berkumpul dengan keluarga.
Hanafi, pekerja bengkel, bahkan mengaku bisa menghemat hingga hampir Rp1 juta untuk perjalanan mudik bersama keluarganya.
“Bisa hemat Rp800 ribu sampai Rp900 ribu. Uangnya nanti buat kebutuhan di kampung,” ungkapnya.
Sementara itu, Susi Ariyani yang mudik bersama putrinya juga merasakan manfaat besar dari program ini. Keduanya akan turun di Solo dan mengaku perjalanan tahun ini jauh lebih ringan.
“Terima kasih Pak Gubernur atas bantuannya, bisa mudik gratis. Sangat membantu sekali,” tuturnya.
Program mudik gratis tahun 2026 tidak hanya menggunakan bus, tetapi juga moda kereta api. Salah satunya melalui Kereta Api Joko Tingkir yang berangkat dari Pasar Senen menuju Solo Balapan dengan sejumlah pemberhentian di berbagai kota di Jawa Tengah.
Selain itu, tersedia pula Kereta Api Tawang Jaya yang melayani rute menuju Semarang melalui jalur Pantura, serta satu rangkaian kereta tambahan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa program ini memang ditujukan bagi para pekerja sektor informal yang merantau di wilayah Jabodetabek.
“Yang mudik gratis ini kita fasilitasi untuk masyarakat kita yang bekerja di sektor informal, seperti pembantu rumah tangga, kuli bangunan, pengemudi ojek online, tukang bakso, dan lain-lain,” jelasnya.
Bagi ribuan perantau, perjalanan mudik bukan sekadar pulang kampung. Di balik tiket gratis dan kursi kereta yang mereka duduki, tersimpan cerita perjuangan hidup di perantauan serta harapan sederhana untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tercinta.








