Kadin Surakarta Gelar Coffee Morning Diskusi Tantangan, Peluang dan Harapan Dunia Usaha Solo 2024

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Surakarta memggelar Coffee Morning, Rabu (7/2/2024) di Makunde Bistro Solo Safari.

Bersama dengan Pemerintah Kota Surakarta, diskusi juga melibatkan stake holder perekonomian. Untuk membahas tantangan, peluang dan harapan dunia usaha di Kota Solo tahun 2024 ini.

Ketua Kadin Surakarta Ferry S Indrianto mengatakan rencana pembangunan jangka panjang, seperti diatur dalam Perpres No 59 Tahun 2017, mengarah pada pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals).

“Awal tahun ini menjadi kick off bagi pemulihan ekonomi daerah. Namun adanya proses Pemilu diharapkan tidak menggangu perputaran ekonomi suatu wilayah. Tujuannya adalah untuk membangun, menggerakkan satu pembangunan yang berdasar dari sumber daya manusia. Juga pembangunan infrastruktur dan tentunya ini akan membawa sebuah gerakan di dunia usaha untuk perekonomian Indonesia,” jelas Ferry.

Ferry S Indriyanto mengatakan awal tahun menjadi kick off bagi pemulihan ekonomi daerah. Namun adanya proses Pemilu diharapkan tidak menggangu perputaran ekonomi suatu wilayah.

“Tujuannya adalah untuk membangun, menggerakkan satu pembangunan yang berdasar dari sumber daya manusia. Juga pembangunan infrastruktur dan tentunya ini akan membawa sebuah gerakan di dunia usaha untuk perekonomian Indonesia. Dan proses politik semestinya tidak meniadakan sebuah pembangunan proses,” jelas Ferry dalam sambutannya.

Tantangan perekonomian global menurut Ferry bisa dihadapi bila Indonesia fokus pada pembangunan berkelanjutan.

“Bagaimana kita mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.Memang tugas dari negara untuk menghadirkan sebuah keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Artinya pembangunan itu harus berperan juga. Jadi semestinya namanya politik dan pembangunan politik itu adalah hanya instrumen saling mendukung,” tegas Ferry.

Sekretaris Daerah Pemkot Solo Budi Murtono menambahkan pembangunan ekonomi ini mempunyai dampak untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang adil dan inklusif.

“Inklusif ini maksudnya semua lapisan masyarakat punya kesempatan yang sama. Semua mempunyai akses yang sama untuk bisa berperan dalam pembangunan ekonomi Kota Solo,” terang Budi.

Budi menyebut implementasi kebijakan Pemkot Solo lebih banyak langsug ke sektor riil.

“Membangun Kota Solo tidak lagi dengan cara yang lama tapi dengan ide-ide kreatif, inovasi. Termasuk bagaimana warga Solo memanfaatkan teknologi dalam pembangunan ekonominya. Melakukan pembangunan ekonomi yang cerdas berkeadilan dan berkelanjutan,” imbuh Budi.

Pada kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo menyampaikan untuk dapat mencapai ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional dengan tantangan dunia, maka ada beberapa hal yang perlu pemerintah lakukan.

“Salah satunya adalah Pemerintah mengalokasikan belanja daerah ke dalam negeri. Serta kebijakan-kebijakan dari Bank Indonesia kita arahkan untuk mendukung tercapainya peningkatan perekonomian,” tutupnya.