SOLO, MettaNEWS – Walikota Solo Gibran Rakabuming persiapkan lokasi khusus untuk isolasi atlet ASEAN Para Games yang terpapar Covid-19. Gibran mengatakan belasan atlet yang terpapar Covid-19 ini langsung ditangani dan dipisahkan dari atlet yang tidak terpapar.
“Sudah kita data. Yang penting yang sakit sudah dipisahkan dari yang sehat. Tidak perlu takut, mereka itu atlet sembuhnya cepat,” tandas Gibran yang juga sebagai Ketua INASPOC ini, Selasa (2/8/2022).
Namun Gibran enggan memberikan informasi lokasi khusus untuk isolasi atlet yang terpapar Covid tersebut.
“Sudah kita pisahkan di tempat yang khusus. Pertandingan tetap jalan. Sudah kita prediksi akan seperti ini. Ini resiko mengadakan acara di tengah pandemi. Yang seperti ini gak perlu takut, lanjut terus acaranya,” tegas Gibran.
Gibran juga menegaskan tidak akan menutupi perkembangan kasus Covid yang mewarnai perhelatan ASEAN Para Games ini.
“Kita tetap berusaha jangan sampai meluas sehingga kita pisahkan dulu. Saya ingatkan lagi pada official, penonton dan wartawan untuk tertib pakai masker kalau bisa double lebih baik,” ujar Gibran.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr. Siti Wahyuningsih mengungkapkan dari belasan atlet yang sudah terkonfirmasi positif langsung ditangani dengan isolasi erpisah dari yang sehat.
“Memang benar ada kasus terkonfirmasi tetapi sudah kita tangani dan semua tanpa gejala. Langsung kita isolasi terpisah agar tidak terjadi penularan,” ungkap Siti.
Sebagai penanggung jawab di bidang kesehatan, Siti tidak secara detail menjelaskan atlet cabang olahraga apa yang terpapar namun mengaku masing-masing negara kontingen ada yang terpapar.
“Apapun cabornya dari mana negaranya, siapa yang terkena apakah atlet atau bukan tidak ada beda penanganan. Harus segera diputus rantainya agar tidak tambah panjang,” tegasnya.
Langkah cepat yang dilakukan oleh tim kesehatan INASPOC dalam menangani kasus ini, menurut Siti sudah tepat.
“Isolasi yang positif sesuai prosedur perhelatan ini di penginapan masing-masing. Semua punya potensi tertular tapi bisa dihindari dengan vaksin dan prokes dasar tetap memakai masker,” pungkas Siti.







