Inovasi Pelayanan, Jebres Wakili Jateng Lomba Kelurahan Tingkat Nasional

oleh
oleh
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming optimis Kelurahan Jebres berhasil rebut juara di ajang Lomba Desa / Kota Tingkat Nasional | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Kelurahan Jebres menjadi wakil Kota Solo dan Jawa Tengah pada Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional.

Lomba dibawah Kementerian Dalam Negeri ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan Kemendagri untuk menilai kinerja dari perangkat desa maupun kelurahan dalam pelayanan terhadap masyarakat.

Perangkat Kelurahan Jebres memiliki beberapa inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya adalah pembelajaran hukum untuk keluarga dengan metode ular tangga. Juga terdapat program pelestarian kebudayaan yaitu latihan menari dan menabuh gamelan yang diikuti untuk anak-anak. Beberapa program inilah yang menjadikan Kelurahan Jebres menjadi wakil untuk ikut serta dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional 2022.

Kasubdit Wilayah II Direktorat Evaluasi Perkembangan Desa Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, Tiyar Cahya Kusuma beserta tim penilai dari Kemendagri hadir di dampingi oleh Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, pada Selasa (1/11) kemarin untuk melakukan penilaian secara langsung.

Tim penilai melakukan kunjungan di Taman Cerdas Kelurahan Jebres. Tempat ini merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh pemerintah setempat sebagai sarana belajar dan bermain yang ramah anak. Meskipun demikian, orang dewasa juga bisa memanfaatkannya, yang bahkan menjadi sarana rekreasi bersama keluarga dan orang terdekat.

Pada saat dilakukan kunjungan lapangan ke Taman Cerdas, tengah berlangsung edukasi mengenai hukum untuk keluarga melalui metode ular tangga dengan panduan dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Selain itu, ada pula kegiatan yang dilakukan anak-anak, yakni pembelajaran kesenian tari dan menabuh gamelan.

Setelah dari Taman Cerdas, kunjungan berlanjut ke Gedung Serbaguna yang berada di RW 019, Kelurahan Jebres. Di sana banyak diadakan kegiatan rutin terkait pemeriksaan kesehatan, misalnya posyandu (baik itu posyandu untuk bayi, balita sampai usia remaja), pelayanan untuk lanjut usia, hingga deteksi dini kanker serviks melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

Lokasi yang terakhir adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Jebres. Di tempat ini, barang-barang yang sudah tidak terpakai, lalu disortir dan dipilah menurut jenisnya. Apabila masih bisa digunakan akan diolah kembali. Nantinya hasil pengolahan dapat membawa nilai ekonomis bagi warga sekitar. Misalnya pupuk kompos, pupuk kandang, maupun barang daur ulang lainnya.

Tiyar menyebut, Kota Solo melalui Provinsi Jateng mengusulkan Jebres mewakili provinsi untuk lomba pada tingkat regional Jawa-Bali. Lurah Jebres mewakili Jateng.

“Bersaing dengan wakil dari 5 Provinsi. Sebelum ke Jebres, Solo, tim penilai lomba kelurahan tingkat nasional sudah melakukan klarifikasi lapangan ke Provinsi Banten, Yogyakarta, Bali, Jatim, dan Jabar. Provinsi Banten tersisih pada tahapan seleksi administrasi sehingga menyisakan lima provinsi,” terang Tiyar.

Tiyar menjelaskan, kriteria yang menjadi fokus dalam kunjungan ini, mencakup pelayanan yang dimiliki Kelurahan Jebres, baik yang dikhususkan untuk warga maupun perangkat daerahnya.

“Kelurahan Jebres termasuk wilayah yang besar di Kota Solo. Suasana dari perangkat dari aparat-aparatnya seperti Babinsa dan Babinkamtibmas guyub,” jelasnya.

Kemendagri akan mengumumkan pemenang lomba desa dan kelurahan pada bulan ini.

Wali Kota Solo, Gibran merasa optimis kemungkinan Kota Solo bisa menjadi pemenang pada tingkat regional Jawa dan Bali berdasarkan skor pada penilaian sementara sejauh ini.

Gibran optimistis Jateng yang diwakili Jebres meraih prestasi di lomba kelurahan tingkat nasional tersebut.

Sementara itu, Camat Jebres, Ari Dwi Daryatmo, menambahkan Kelurahan Jebres sampai pada tahapan klarifikasi lapangan lomba desa dan kelurahan mewakili Jateng berkat dukungan warga setempat.

Tak hanya sarana dan prasarana Kelurahan Jebres yang menjadikannya perwakilan untuk maju lomba tersebut. Melainkan, juga berkat keramahtamahan warga dan guyub rukun antar Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).