SOLO, MettaNEWS – BPJS Ketenagakerjaan Solo tampil dengan wajah baru dengan meresmikan Inklusif Job Center. Peresmian oleh Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah Cahyaning Indriasari, Di kantor BPJS Ketenagakerjaan Solo, Rabu (22/2/2023).
Anggoro mengatakan inklusif job center ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan sesuai UU No 8 Tahun 2016 tentang kesempatan kerja bagi para difabel.
“Kita membantu rekan-rekan difabel untuk mendapatkan pekerjaan. Maka kita meminta perusahaan-perusahaan untuk menyediakan tempat mereka bekerja. Sesuai dengan undang-undang BUMN dan BUMD harus menyediakan 2% dan swasta 1%. Kita ingatkan perusahaan punya kewajiban mengakomodir para difabel ini. Jadi ini kita pertemukan antara kebutuhan dengan suplay,” tutur Anggoro usai peresmian.
Anggoro mengatakan pada inklusif job center ini juga mengintensifkan program return to work bagi pekerja difabel.
“Wajah baru kantor BPJS ini lebih ramah difabel. Selama ini peserta kalau datang ke kantor cabang tidak hanya yang non difabel, ini untuk mempermudah layanan klaim bagi difabel juga. Wajah baru ini juga lebih nyaman tidak hanya fisik gedung yang upgrade tapi juga layanan,” ungkap Anggoro.
Dengan peningkatan layanan ini Anggoro menyebut sebagian besar peserta melakukan klaim sudah lewat mobile.
“Sehingga saat ini 80 % peserta melakukan klaim lewat aplikasi, sisanya yang 20% ke kantor cabang. Jadi pelayanan sistem meningkat, kenyamanan gedung juga terus kita upayakan untuk mereka yang membutuhkan pelayanan di kantor,” tutur Anggoro.

Pada kesempatan tersebut, Anggoro juga menyampaikan saat ini peserta dari pekerja non formal saat ini baru 10% dari total peserta BPJS keseluruhan.
“Kalau dulu mungkin banyak yang belum tahu kalau BPJS juga menerima peserta dari pekerja non formal. Kita mendorong peserta non informal seperti UMKM, ojek online, petani, nelayan dan pekerja lainnya untuk bergabung. BPJS tdak hanya melayani pekerja kantoran. Posisi saat ini secara nasional BPJS Ketenagakerjaan sudah melayani 36 juta peserta, pekerja informal nya 8 juta. Target kami tahun 2023 sebanyak 70 juta pekerja terlindungi,” papar Anggoro.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menambahkan, sosialisasi pada pekerja non formal untuk menjadi peserta masih belum optimal.
“Untuk teman-teman di sektor informal, difabel belum maksimal. Ya kita dorong terutama untuk tempat kami BUMD. Sekali lagi ini masih jadi PR kita,” pungkas Gibran.









