Harga Cabai Sentuh Rp 50 Ribu/Kg, Dinas Perdagangan: Tak Sepedas Libur Natal Tahun Baru 2021

oleh

SOLO, MettaNEWS – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah saat libur Natal dan Tahun Baru 2023 di pasar Solo terbilang rendah jika dibandingkan saat libur Natal Tahun Baru tahun 2022.

“Kalau kemarin cabai kan harganya sepedas rasanya, mungkin berkisar Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu, ini tadi kan hanya Rp 50 ribu untuk cabai rawit, karena kesiapan gerakan tanam cabai sudah digerakkan ke masyarakat,” katanya usai pantauan di Pasar Gede, Jumat (30/12/2022).

Heru menyebut kenaikan harga ini disebabkan tingginya konsumsi yang bertanbah sejak adanya pendatang yang terus bertambah saat libur Natal dan Tahun Baru ini.

“Ya tergantung komoditasnya, yang merah merah memang tinggi, cabai dikarenakan konsumsi di Solo banyak apalagi Natal Tahun Baru ada peningkatan konsumsi,” ujar Heru.

Terkini harga cabai rawit merah di Pasar Gede Solo mencapai angka Rp 50.000 per kilogram. Naik dari yang sebelumnya Rp 23.000 per kg. Kendati demikian Disdag menyatakan stok cabai tergolong aman.

“Tapi yang perlu digaris bawahi stok dan pasokan ke Solo aman, permintaan aman ya, jadi kita koordinasi dengan pedagang besar cabai yang di Pasar Legi pasokan daerah asal aman,” katanya.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan naiknya harga cabai disebabkan Pasar Gede merupakan pasar yang tergolong premium. Maka barang-barang yang dijual di pasar ini pun dikatakan barang kualitas baik.

“Di sini kan premium dan termasuk wajar di kondisi Natal dan Tahun Baru dan banyak event yang ada di Solo. Permintaan tinggi tidak mempengaruhi stok pasokan monitoring kami tetap lancar aman,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu pedangan cabai Pasar Gede, Samini (54) mengatakan kenaikan harga cabai terjadi sejak pekan lalu. Penyebabnya akibat cuaca yang terus menerus hujan.

“Cabai hargane kan lumayan ini kan Rp 50 ribu dari Rp 23 ribu. Naik sudah 10 hari an ini. Musim gini kan kurang bagus, banyak yang busuk,” bebernya.

Dikatakan Sumini, tidak hanya cabai rawit merah saha yang naik. Melainkan jenis cabai tampar juga ikut naik.

“Tampar sama rawit naik, kemarin Rp 15 ribu sekarang Rp 40 ribu, naike banyak. Tapi

stok juga banyak. Kalau permintaan sama aja. Ngambile dari petani Boyolali dan biasanya per hari bisa jual 30 kilogram,” tukasnya.