SOLO, MettaNEWS – Pasar Depok yang terletak di Kecamatan Banjarsari, Solo akan mempunyai wajah baru pada bulan Maret ini. Tepatnya pada halaman pasar tersebut akan disulap menjadi destinasi wisata Taman Pasar Depok dan Sentra Wedangan Solo. Sejumlah persiapan jelang peresmian pada esok Kamis (24/3) giat dilakukan. Pembangunan destinasi tersebut dilakukan oleh Paguyuban Bende Pemanahan Mataram yang memiliki visi untuk mengenalkan kuliner tradisional wedangan sebagai identitas Solo kepada masyarakat luas.
Bekerjasama dengan pihak pengelola Pasar Depok, Sentra Wedangan ini diberi nama Demang Toenthoer. Ketua Paguyuban Bende Pemanahan Mataram, Endro Sudarmo menjelaskan penggunaan nama tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada Demang Toenthoer, salah satu tokoh masyarakat yang mempunyai jasajasa yang besar terhadap masayarakat Manahan.
“Untuk menghormati jasa-jasa beliau dan juga usulan dari Kepala Dinas Pariwisata Solo, sentra wedangan ini kami beri nama Demang Toenthoer,” ungkap Endro Sudarmo saat ditemui di Pasar Depok, Rabu (23/3).
Wedangan yang mengusung konsep klangenan yakni lesehan tanpa ada kursi ini pengunjung akan menikmati hidangan wedangan dengan suasana yang nyaman, tenang dan santai. Nantinya wedangan tersebut akan memanfaatkan halaman depan Pasar Depok yang biasanya digunakan untuk tempat parkir. Selain itu, Endro menuturkan sentra wedangan Pasar Depok akan menyuguhkan hiburan musik keroncong dan akustik yang menghadap sisi timur.

“Sesuai izin dari Dinas Perdagangan Solo, sentra wedangan ini akan menggelar live musik yang dimulai sejak pukul 17.00 sampai 24.00. Untuk parkir kendaraan akan dialihkan ke Pasar Ikan. Ya nantinya sentra wedangan ini supaya pengunjung bisa nglaras (bersantai),” tuturnya.
Sebanyak 9 titik lokasi gerobak wedangan akan mulai memenuhi halaman pasar usai peresmian Kamis esok. Sebanyak 112 KK warga Manahan akan terlibat dalam meramaikan sentra wedangan. Melalui UMKM sentra wedangan, Endro berharap dapat menciptakan memberdayakan masyarakat Manahan melalui penyediaan lapangan pekerjaan.
Dibuat di sebelah petilasan makam Ki Ageng Pemanahan sang pendiri Mataram, pihaknya ingin membangun brand image dari tempat tersebut yang merupakan ikoniknya Pasar Depok. Sementara sentra wedangan ini akan dimonitoring selama 3 bulan kedepan. Untuk kemudian dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya. Apakah merugikan orang lain atau pengalihan fungsi yang tidak sesuai.
Dalam peresmian Kamis esok akan diadakan Kirab Budaya yang melibatkan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia yang tergabung dalam Koperasi Jasa Muara Rejeki Sejahtera. Sekira 200 orang akan mengikuti Kirab dengan mengenakan baju adatnya masing-masing. Rencananya Kirab Budaya tersebut akan menggunakan rute parkiran Balaikambang ke selatan Manahan hingga Pasar Depok. Namun jika terdapat perubahan rencana, rute akan beralih melewati Balai Kota hingga Sriwedari.











