Habiskan Dana Rp 10 Miliar, Solo Safari Perluas Habitat Alami Satwa Liar di Pembangunan Fase 2

oleh
fase 2
Desain pembangunan fase Solo Safari | Dok. Solo Safari

SOLO, MettaNEWS – Pembangunan Solo Safari fase 2 menelan dana Rp 10 miliar. Di fase 2 ini Taman Safari Indonesia berkomitmen untuk menampilkan beragam inovasi dan atraksi yang semakin memanjakan pengunjung.

Beberapa fitur unggulan yang dapat dinantikan termasuk Exhibit Harimau Bengal, Buaya, Hippo & Pigmy Hippo, Trek Unta, Trek Gajah, tempat show Gajah terbaru, Bobcat dan Otter.

Selain itu Taman Safari Indonesia juga akan membangun Taman Gesang yang akan menjadi ikon baru di Solo, Floating Restoran atau Restoran Apung dan Activity Zone untuk anak dan keluarga.

Pembangunan Taman Gesang juga menjadi salah satu komitmen Solo Safari dalam menyelaraskan antara alam, manusia dan budaya lokal.

General Manager Solo Safari Shinta Aditya mengatakan dalam Fase 2, Solo Safari akan memperluas habitat alami bagi satwa-satwa liar. Menciptakan lingkungan yang lebih luas dan lebih mendekati kondisi asli di alam liar. Sehingga pengunjung bisa merasakan suasana habitat alam tempat satwa ini berasal.

“Di fase ini Solo Safari juga akan memperkenalkan interaksi lebih dekat dengan beberapa satwa yang aman dan terkontrol. Ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar tentang perilaku, kehidupan sehari-hari, dan pentingnya pelestarian spesies,” ujarnya.

Salah satu highlight dalam fase 2 adalah exhibit Harimau Bengal di mana pengunjung akan merasakan secara langsung berada di area Harimau Bengal yang aman dan menyusuri exhibit ini dengan pengalaman yang berbeda.

Pembangunan Fase 2 Solo Safari merupakan tonggak penting dalam Taman Safari Indonesia untuk tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam dan satwa liar. Taman Safari Indonesia berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang alam dan lingkungan.

Ada Wahana Hantu

Sebelumnya Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berencana membuat wahana baru di Solo Safari berupa wahana rumah hantu. Wahana ini rencananya akan dibangun pada fase 2 dan ditargetkan rampung pada Desember 2023.

“Ini kan sudah ditutup semua itu, nanti sebelum Natal jadi. Ada penambahan binatang exhibit penambahan tempat-tempat lain seperti playground rumah hantu. Kita bangunnya rumahnya, hantunya orang,” ujar Gibran saat ditemui di Makunde Resto, Rabu (9/8/2023).

Penambahan wahana hantu di kebun binatang Solo Safari ini menjadi terobosan baru bagi Gibran untuk memanjakkan pengunjung. Gibran pun menjawab alasan dipilihnya wahana hantu ini. Gibran berseloroh ia merupakan penggemar hantu.

“Wahana hantu karena saya penggemar hantu makanya saya bangunkan rumah. Kasihan kalau mereka nggak punya rumah, nanti mereka ngemper di bawah pohon. Wahana rumah hantu ya karena yang namanya orang pergi ke tempat wisata kan ada bapak ibu anak. Anak-anak suka binatang ibu-ibunya suka belanja bapaknya suka hantu. Itu ada macam-macam penggemar hantu itu banyak,” ujar Gibran berseloroh.

Wahana rumah hantu ini nantinya akan ia bangun di area depan Solo Safari. Sehingga ia memastikan tidak ada bangunan maupun pohon yang dihilangkan. Selain pembangunan wahana rumah hantu, di fase 2 pihaknya akan menambah sejumlah satwa.

“Binatangnya ada burung-burung di aviari ada bokeh, macan, buaya, unta. Nanti ada rumah apung restoran,” pungkasnya.