H+4 Lebaran, 66 Ribu Penumpang Padati Daop 6 Yogyakarta, Tiket Tersisa 25 Ribu hingga 1 April

oleh
oleh

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Memasuki H+4 Lebaran 2026, volume penumpang kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta tercatat tinggi. Hingga Rabu (25/3/2026) pukul 09.00 WIB, total penumpang naik dan turun mencapai 66.257 orang.

Dari jumlah tersebut, penumpang datang (turun) masih mendominasi dengan 33.260 orang, sementara penumpang berangkat (naik) mencapai 32.997 orang. Angka ini diperkirakan masih akan bergerak dinamis hingga akhir hari seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebutkan bahwa H+4 Lebaran menjadi salah satu puncak pergerakan penumpang, baik arus mudik maupun arus balik.

“Hari ini jumlah kedatangan tertinggi, mencapai 33 ribu penumpang dan masih berpotensi bertambah. Sementara arus balik juga mulai terlihat dengan angka keberangkatan yang sudah tembus 32 ribu penumpang,” jelasnya.

Ia menambahkan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 25 Maret 2026, meski masih berpotensi bergeser seiring imbauan pemerintah agar masyarakat memecah arus balik pada 25–26 Maret serta adanya kebijakan work from anywhere (WFA) hingga 29 Maret.

“Secara keseluruhan, tingkat keterisian tiket Angkutan Lebaran periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 498.610 tiket atau 93 persen dari total kapasitas 532.830 tempat duduk. Meski demikian, masih tersedia 25.359 tiket yang bisa dipesan hingga akhir masa angkutan Lebaran,” paparnya.

Adapun stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi antara lain Stasiun Yogyakarta (10.569 penumpang), Stasiun Solo Balapan (7.094 penumpang), dan Stasiun Lempuyangan (3.884 penumpang).
Sementara untuk kedatangan, tiga stasiun terpadat adalah Stasiun Yogyakarta (10.689 penumpang), Stasiun Solo Balapan (6.931 penumpang), dan Stasiun Lempuyangan (6.167 penumpang).

“KAI mengimbau masyarakat segera memesan tiket arus balik melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, maupun mitra resmi lainnya agar tidak kehabisan.
Selain itu, penumpang juga dapat memanfaatkan fitur kereta persambungan (connecting train) sebagai alternatif perjalanan,” pungkasnya.