SRAGEN, MettaNEWS — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kembali meninjau pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Lebaran 2026. Rabu (4/3/2026), Luthfi melakukan pemantauan di Pasar Gondang, Kabupaten Sragen.
Di lokasi, Gubernur berdialog dengan pedagang dan pembeli, menanyakan stok dan harga komoditas penting seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur, dan daging ayam. Hasil pantauan menunjukkan pasokan pangan aman, meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan.
“Secara umum, kondisi pasokan pangan di pasar tradisional masih terkendali. Kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas wajar. Untuk beberapa komoditas yang naik di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP), saya sudah perintahkan BUMD PT Jateng Agro Berdikari melakukan intervensi,” ujar Luthfi.
Beberapa komoditas yang terpantau berada di atas HAP antara lain cabai rawit merah, tepung terigu curah, dan bawang putih. Sementara komoditas lain yang perlu diwaspadai menjelang Lebaran adalah telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan gula konsumsi.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Jawa Tengah telah melakukan sejumlah langkah, termasuk subsidi harga pangan dan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga awal Maret 2026, GPM telah dilaksanakan sebanyak 309 kali di berbagai daerah, dan penyaluran subsidi cabai telah mencapai tiga ton di 15 kabupaten dengan lonjakan harga tertinggi.
Sejumlah pedagang setempat menyampaikan kondisi pasar. Nur, pedagang cabai, mengatakan harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Sementara Bagong, pedagang daging sapi, menyebut harga daging masih stabil di kisaran Rp110 ribu per kilogram, dan Santi, pedagang sembako, mengungkapkan harga bawang dan telur relatif stabil meski sempat naik.
Kunjungan Gubernur Luthfi di Pasar Gondang turut didampingi Bupati Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Suroto, serta sejumlah kepala OPD dan perwakilan BUMD terkait.
Dengan pemantauan ini, pemerintah daerah memastikan pasokan pangan aman dan harga tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan menyambut Lebaran 2026 dengan lancar.








