FX Rudy Akui Kaget Terima Bintang Jasa Kehormatan dari Megawati di Rakernas PDIP

oleh
oleh
Sumber foto : Instagram FX. Hadirudyatmo

SOLO, MettaNEWS – Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku terkejut setelah menerima bintang jasa kehormatan Leitstar dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian HUT ke-53 PDIP sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada Sabtu (10/1/2026).

Ditemui di Balai Kota Solo, FX Rudy menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan kesetiaannya kepada partai yang telah ia ikuti selama hampir lima dekade.

“Tentunya Ibu (Megawati) menilai karena saya ini kan sudah 48 tahun ikut partai ya, mulai dari PDI segi lima sampai dengan PDI Perjuangan,” kata Rudy, Senin (12/1/2026).

Rudy menuturkan perjalanan panjang karier politiknya di PDIP dimulai dari tingkat paling bawah. Ia mengawali kiprahnya dari organisasi desa hingga akhirnya dipercaya memimpin partai di tingkat kota.

“Saya mulai dari Bakordes, sampai dengan Sekretaris Komcat, menjadi PAC Promeg tahun ’96. Tahun ’98 saya jadi Ketua PAC PDI Perjuangan setelah Kongres Luar Biasa di Bali dengan PDI Perjuangan yang keluar itu. Sehingga tahun 2000 saya dipilih menjadi Ketua DPC,” ungkapnya.

Menurut Rudy, loyalitas dan soliditas terhadap partai menjadi nilai utama yang mungkin dipertimbangkan oleh Ketua Umum PDIP dalam pemberian penghargaan tersebut.

“Kira-kira ya loyalitas sosialnya ke partai, mungkin itu yang jadi pertimbangan,” ujarnya.

Ia menegaskan selama berpolitik tidak pernah berpindah partai dan selalu patuh terhadap garis kebijakan pimpinan.

“Lantas soliditas. Dan saya tetap taat dan patuh pada Ketua Umum dan tidak pernah saya ke partai yang lain. Ya, dari PDI segi lima sampai dengan PDI Perjuangan itu saja,” sambungnya.

Meski telah lama mengabdi di PDIP, Rudy mengaku sama sekali tidak mengetahui rencana pemberian penghargaan tersebut. Ia datang ke Rakernas hanya sebagai undangan.

“Saya juga terkejut kalau dapat penghargaan itu. Nggak dikabarin. Ya, tahu-tahu saja,” tuturnya.

Bahkan, ia mengaku baru dihubungi beberapa jam sebelum diminta tampil dalam acara.

“Terakhir saya jam 11.00 ditelepon untuk membacakan Dedication of Life, itu saja,” terangnya.

Rudy menambahkan, pembacaan dedikasi tersebut dilakukan tanpa persiapan khusus dan mengalir apa adanya sesuai dengan prinsip hidup yang selama ini ia jalani.

“Itu juga nggak ada persiapan. Saya datang baru disuruh baca, ya saya baca gitu saja. Karena ya mungkin hampir samalah dengan ajaran Bung Karno yang saya lakukan selama ini,” katanya.

“Pengabdian saya dengan Tuhan, dengan PDI Perjuangan, dan dengan bangsa dan negara tentunya,” pungkas Rudy.