SALATIGA, MettaNEWS – Atlet Muay Thai Kota Surakarta, Jalu Aji Dharma Suseno, kembali membuktikan kualitasnya dengan meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Prestasi ini berpotensi menjadi penutup perjalanan Jalu di ajang Porprov setelah lebih dari satu dekade berkiprah di olahraga bela diri.
Jalu memastikan medali emas nomor fighting putra kelas -71 kilogram (kg) setelah mengalahkan Sigit Purnomo Jati dari Kudus. Pertandingan berlangsung di GOR Hati Beriman, Salatiga, Minggu (25/10/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus melengkapi raihan tiga medali emas tim Muay Thai Kota Surakarta di Porprov Jateng 2026.
Bagi Jalu, medali emas ini menambah catatan prestasinya setelah sebelumnya dua kali meraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia mengaku harus melewati pertarungan ketat selama tiga ronde untuk memastikan kemenangan.
“Pertarungan sangat sengit hingga tiga ronde. Bersyukur bisa mempertahankan emas di Porprov 2026 ini,” kata Jalu seusai pengalungan medali di GOR Hati Beriman, Minggu malam.
Porprov Terakhir, Saatnya Regenerasi
Di balik keberhasilan tersebut, Jalu mengungkapkan bahwa Porprov Jateng 2026 kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya bersama kontingen Kota Surakarta. Faktor usia yang mendekati batas persyaratan menjadi salah satu pertimbangannya.
“Maybe ini Porprov terakhir saya karena umur sudah hampir lewat dari persyaratan. Untuk Porprov berikutnya mungkin saya sudah tidak bisa bergabung lagi dengan tim Surakarta,” ungkapnya.
Jalu berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Surakarta untuk melanjutkan prestasi yang telah dirintis generasi sebelumnya.
“Semoga adik-adik penerus saya bisa lebih berprestasi, saatnya regenerasi,” tuturnya.
Lahir di Solo pada 29 September 1995, Jalu telah menekuni olahraga bela diri sejak berusia 12 tahun. Sepanjang perjalanan kariernya, ia mempelajari berbagai disiplin, mulai dari tinju, ju-jitsu, kick boxing, wushu, hingga Muay Thai.
Dari berbagai kejuaraan yang diikutinya, Jalu telah mengumpulkan lebih dari 33 medali. Dua pencapaian penting dalam kariernya adalah medali emas PON XX Papua di kelas 67 kg putra dan emas PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 di kelas 71 kg putra.
Dua gelar PON tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam persaingan tingkat nasional. Kini, emas Porprov Jateng 2026 menambah catatan prestasi atlet yang telah lama menjadi bagian dari olahraga bela diri Kota Surakarta.
Akui Persaingan Ketat, Apresiasi Peran Pelatih
Jalu mengakui persaingan di Porprov Jateng 2026 berlangsung ketat. Ia juga menegaskan kesiapannya menghadapi lawan dari berbagai daerah selama seluruh ketentuan pertandingan dipenuhi.
“Pertandingan hari ini cukup sengit. Ada beberapa atlet dari provinsi lain dan mungkin dari luar juga. Itu tidak masalah buat saya. Saya siap bertanding melawan siapa saja, dari mana pun asalnya, selama persyaratannya sudah benar,” ujarnya.
Meski tim Muay Thai Surakarta berhasil mengoleksi tiga medali emas, Jalu mengaku memiliki ekspektasi lebih tinggi. Ia menilai persaingan yang ketat menjadi tantangan tersendiri bagi kontingen.
“Ekspektasi saya lebih dari tiga emas. Melihat persaingan cukup sengit, tetapi melihat prestasi Solo tidak lain tidak bukan karena asahan HAN Academy, terutama Coach Johan Mulya Legowo yang mendedikasikan diri secara penuh untuk olahraga kombat,” tuturnya.
Jalu menilai peran pelatih dan pembinaan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membentuk atlet berprestasi. Ia berharap HAN Academy, khususnya pelatih Johan Mulya Legowo, terus melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, regenerasi harus berjalan seiring dengan pembinaan yang konsisten agar prestasi olahraga bela diri di Surakarta tetap terjaga.
Masih Buka Peluang Perkuat Jawa Tengah di PON
Meski kemungkinan mengakhiri kiprahnya di Porprov, Jalu belum menutup peluang untuk memperkuat Jawa Tengah pada ajang berikutnya, termasuk PON di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Ia menyatakan siap memenuhi panggilan jika mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda). Namun, keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi dan kesibukannya, terutama setelah berkeluarga dan memiliki seorang anak.
“Saya lihat-lihat saja, karena melihat situasi dan kondisi. Kesibukan semakin ke sini semakin banyak, sudah punya anak satu. Mungkin kalau memang dipanggil, saya selalu siap memenuhi panggilan. Cuma, semisal ada yang lebih baik dari saya, mungkin bisa menggantikan saya, saya terima,” katanya.
Jalu juga menyatakan siap menerima keputusan apabila ada atlet lain yang dinilai lebih layak memperkuat Jawa Tengah.
Baginya, kesempatan membela daerah tetap terbuka, tetapi regenerasi juga perlu mendapatkan ruang agar atlet-atlet muda dapat berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi.
Ia berharap semakin banyak atlet bela diri asal Surakarta dan Jawa Tengah yang berkesempatan tampil di ajang nasional hingga internasional, termasuk PON, SEA Games, dan kejuaraan lainnya.
Medali emas Porprov Jateng 2026 menjadi tambahan penting dalam perjalanan panjang Jalu Aji Dharma Suseno di dunia bela diri. Di tengah kemungkinan berakhirnya kiprahnya di Porprov, ia kini turut menaruh perhatian pada keberlanjutan prestasi melalui regenerasi atlet muda.








