Pecahkan Rekor Sejak 2018, Dancesport Solo Borong Dua Emas dan Satu Perak Porprov Jateng 2026

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Kontingen Dancesport Kota Surakarta mengukir prestasi terbaik sepanjang keikutsertaannya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Pada Porprov XVII Jateng 2026, tim Kota Solo sukses membawa pulang dua medali emas dan satu perak.

Dua medali emas dipersembahkan melalui kategori Traditional Dancesport dan Duo Hip Hop. Sementara itu, satu medali perak diraih Yusuf Arlenta Putra dari kategori B-Boy atau breaking.

Pelatih Dancesport Kota Surakarta, Arthur Garincha, mengatakan capaian tersebut menjadi catatan terbaik sejak timnya pertama kali mengikuti Porprov pada 2018. Hasil ini sekaligus menandai perkembangan prestasi Dancesport Surakarta dalam beberapa edisi terakhir.

“Alhamdulillah, di Porprov 2026 ini tim Dancesport Kota Surakarta berhasil meraih dua emas dan satu perak. Ini raihan terbaik sejak pertama kali kami mengikuti Porprov pada 2018,” papar Arthur.

Menurut Arthur, dua nomor yang menyumbangkan medali emas menunjukkan performa kompetitif sepanjang perlombaan. Berdasarkan penilaian juri, atlet Surakarta mampu unggul cukup jauh dari para pesaingnya.

“Dari dua nomor yang mendapatkan emas, yakni Traditional Dancesport dan Duo HipHop, penilaian juri cukup dominan. Sejak awal sampai akhir, selisih poin kami cukup jauh dari kompetitor lain. Alhamdulillah, teman-teman bisa mendapatkan hasil maksimal dan komentar juri juga positif,” terangnya.

Traditional Dancesport dan Duo Hip Hop Sumbang Emas

Medali emas dari kategori Traditional Dancesport dipersembahkan Febrian Danang Isyawara dan Dwi Mahendra. Keduanya mengaku bersyukur dapat membawa pulang prestasi tertinggi bagi Kota Surakarta, sekaligus memperkuat perkembangan nomor tersebut yang relatif baru di Kota Solo.

Sebelum tampil di Porprov, Febrian dan Dwi telah mengikuti babak kualifikasi di Semarang dan berhasil menempati posisi pertama. Hasil tersebut menjadi modal kepercayaan diri saat kembali menghadapi para pesaing di ajang utama.

Meski demikian, keduanya menyadari persaingan tidak mudah. Sejak babak kualifikasi, mereka telah mengamati kekuatan sejumlah daerah, termasuk Klaten, Karanganyar, dan Pemalang.

Pengamatan tersebut menjadi bahan untuk mempelajari keunggulan lawan sekaligus menyusun strategi penampilan. Berbekal persiapan itu, keduanya mampu mempertahankan performa hingga meraih medali emas.

“Kalau untuk optimistis dan target pasti ada. Namun, kami tetap menyerahkan hasilnya dan melihat situasi saat perlombaan. Kami memang optimistis sekali,” ujar Febrian.

Emas kedua diraih pasangan Shakira Diva Dovendra Maretazanetti dan Haidar Putra Firdaus melalui kategori Duo Hip Hop.

Shakira mengungkapkan, dirinya bersama Haidar sempat menghadapi tantangan dalam menentukan konsep penampilan. Keduanya baru memantapkan konsep menjelang pertandingan setelah berdiskusi dengan pelatih agar sesuai dengan ketentuan perlombaan.

“Awalnya kami cukup kesulitan menentukan konsep yang ingin dibawakan. Akhirnya kami memantapkan konsep Mario yang menyelamatkan pangeran. Menjelang pertandingan, kami juga masih berdiskusi dengan pelatih untuk memastikan konsepnya sudah tepat,” ungkap Shakira.

Selain mematangkan konsep, pelatih turut memastikan penampilan mereka memenuhi persyaratan teknis. Shakira menyebut terdapat sejumlah gaya yang perlu dimasukkan dalam koreografi, yakni locking, popping, dan hiphop breaking.

Persiapan tersebut akhirnya membuahkan hasil maksimal dengan keberhasilan pasangan ini berdiri di podium tertinggi.

Medali Perak Jadi Modal Pembinaan

Sementara itu, medali perak Kota Surakarta dipersembahkan Yusuf Arlenta Putra dari kategori B-Boy atau breaking. Yusuf mengaku cukup puas dengan hasil yang diraih setelah meningkatkan intensitas latihan menjelang Porprov.

Menurut dia, aktivitas yang sebelumnya lebih banyak dijalani sebagai hobi kini semakin serius ditekuni untuk menghadapi persaingan di arena kompetisi.

“Untuk Porprov tahun ini cukup membanggakan karena hasilnya sesuai target. Kami sebenarnya berusaha mendapatkan hasil lebih baik, tetapi melihat kondisi di lapangan, medali perak tetap patut disyukuri. Setidaknya kami sudah berjuang memberikan yang terbaik untuk Kota Surakarta,” kata Yusuf.

Arthur menambahkan, persiapan menuju Porprov membutuhkan komitmen besar dari para atlet, terutama dalam membagi waktu antara latihan dan aktivitas sehari-hari.

Sejumlah atlet diketahui telah bekerja, bahkan ada yang mulai berkeluarga. Kondisi tersebut membuat jadwal latihan harus disesuaikan dengan kesibukan masing-masing.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Arthur menilai para atlet tetap menunjukkan keseriusan untuk mencapai target bersama. Pengalaman panjang dalam tim juga membantu mereka memahami karakter dan kebutuhan satu sama lain.

Bidik Tiket PON 2028 di NTB

Setelah menorehkan prestasi terbaik di Porprov 2026, Dancesport Surakarta mulai mengarahkan perhatian pada persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Arthur mengatakan, timnya menargetkan bisa menembus babak kualifikasi agar memperoleh kesempatan tampil di ajang olahraga nasional tersebut. Selain itu, peningkatan jumlah medali emas juga menjadi sasaran pada Porprov berikutnya.

“Yang terdekat, insyaallah kami menargetkan bisa masuk PON 2028 di NTB karena Dancesport akan dipertandingkan. Untuk Porprov berikutnya, tentu kami ingin meningkatkan prestasi lagi, terutama menambah jumlah medali emas,” tegas Arthur.

Ia berharap pencapaian di Porprov Jateng 2026 dapat membuat masyarakat semakin mengenal Dancesport sebagai cabang olahraga prestasi. Keberhasilan tersebut juga diharapkan mendorong minat anak-anak dan generasi muda di Kota Solo untuk menekuni olahraga tersebut.

Menurut Arthur, Dancesport tidak sekadar menjadi sarana menyalurkan hobi, tetapi juga memiliki jalur kompetisi resmi hingga tingkat nasional.

Dengan semakin luasnya pengenalan kepada masyarakat, peluang regenerasi atlet diharapkan semakin terbuka. Torehan dua medali emas dan satu perak menjadi modal penting bagi Dancesport Surakarta untuk memperkuat pembinaan sekaligus mengejar prestasi lebih tinggi pada kompetisi mendatang.