SOLO, MettaNEWS – Turut berpartisipasi dalam mendukung pariwisata di Solo periode libur panjang Natal dan Tahun Baru, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta, Jawa Tengah, siapkan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Manager PLN UP3 Surakarta Moh. Sadli menyampaikan, pihaknya menyadari Solo menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Mengingat adanya beragam pilihan destinasi seperti wisata alam, wisata edukasi, wisata Sejarah, wisata kuliner hingga wisata religi. Sadli memandang bahwa hal ini selaras dengan peningkatan penggunaan kendaraan listrik pada kalangan Masyarakat, sehingga perlu adanya penambahan insfrastruktur pendukung pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
“Saat ini SPKLU di wilayah kerja PLN UP3 Surakarta memang baru berjumlah 11 titik Lokasi yang berada di Jalur Tol Lintas Jawa maupun di Jalur Non Tol. Ke depan akan kita terus tambah titiknya, khususnya di spot-spot yang letaknya tidak jauh dari pusat pariwisata,” ungkap Sadli.
Sadli memerinci, di antara 11 SPKLU tersebut, 7 diantaranya tersebar di Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta, Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerja PLN UP3 Surakarta meliputi ULP Surakarta Kota, ULP Manahan, ULP Kartasura, ULP Sragen dan ULP Sumberlawang. Selain itu juga ada di pusat perbelanjaan Transmart Pabelan. Sisanya terletak di Jalan Tol Lintas Jawa tepatnya di Rest Area KM 519A, KM 519B, KM 538A dan KM 538B. Semua Lokasi SPKLU dapat diketaui dan diakses di Aplikasi PLN Mobile.
Sadli lantas mengungkapkan bahwa SPKLU yang paling banyak dikunjungi pengguna kendaraan listrik berada di Kantor PLN UP3 Surakarta Jl. Slamer Riyadi No. 468 Purwosari, Laweyan, Surakarta. Banyak fasilitas penunjang wisata seperti hotel, halte bus (Batik Solo Trans), Stasiun Purwosari hingga rumah makan modern maupun tradisional di kawasan tersebut. Selain itu juga terdapat SPKLU Lounge yang menyediakan tempat untuk istirahat dan menikmati minuman dan makanan kecil secara gratis.
Selain mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik, PLN juga berupaya mengoptimalkan aset yang ada sebagai destinasi pendukung pariwisata di Kota Surakarta. Gardu Listrik Ngarsopuro merupakan salah satu contohnya. Berdasarkan Keputusan Wali Kota Solo saat itu Gibran Rakabuming Raka, Gardu Listrik Ngarsopuro telah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat kota pada 22 Februari 2024.
PLN telah meresmikan revitalisasi bangunan peninggalan Belanda ini pada 14 November 2024 lalu. Saat ini, ruang utama Gardu Listrik Ngarsopuro telah disulap menjadi Museum Mini Sejarah Kelistrikan, yang menampilkan barang sejarah milik PLN di Solo Raya maupun wilayah Jawa Tengah lainnya.
“Tujuan sebenarnya, selain untuk mengoptimalkan aset PLN, juga menjaga cagar budaya agar lebih terawat dan dikenal oleh masyarakat luas, sehingga bisa lebih dekat dengan masyarakat,” tutur Sadli.
PLN senantiasa hadir sebagai Solusi kebutuhan energy, diluar itu PLN juga berperan aktif dalam memajukan perekonomian melalui berbagai bidang salah satunya Pariwisata.
PLN juga telah bekerjasama dengan salah satu brand cafe ternama “Pesenkopi Heritage” untuk mengelola Cafe yang telah dibangun oleh PLN di area sekitar Gardu Listrik Ngarsopuro. Dengan bangunan cafe yang bernuansa heritage khas Kota Solo, para wisatawan dapat menjadikan Cafe ini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Solo. Bagi pengunjung yang suka berfoto dengan latar yang menarik, cafe ini juga bisa menjadi jawabannya.
“Sehingga bukan hanya menyajikan kuliner, tetapi juga berbalut suasana sejarah yang dengan background bangunan cagar budaya ini. Dua momen yang bisa kita dapatkan dalam satu waktu,” pungkas Sadli.








