SEMARANG, MettaNEWS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jawa Tengah untuk memperkuat ekonomi syariah dengan prinsip tumbuh bersama. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah gejolak global.
Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal BPW Himpunan Pengusaha KAHMI Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (18/4/2026). Menurutnya, sinergi antara pengusaha dan pemerintah perlu diwujudkan dalam kolaborasi konkret bersama BUMD dan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Prinsip ekonomi syariah itu kalau mau tumbuh ya harus tumbuh bersama,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Ia menekankan pentingnya pemerataan ekonomi sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan tidak akan tercapai jika para pelaku usaha berjalan sendiri tanpa kolaborasi.
Sebagai pendamping Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Taj Yasin menilai ketangguhan ekonomi menjadi kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Di tengah ketidakpastian global akibat konflik dunia, sinergi antara pemerintah dan pengusaha lokal menjadi benteng penting bagi stabilitas daerah.
“Negara mana pun, ketika ekonominya mapan dan jelas, pasti akan lebih baik dalam menjalankan roda pemerintahannya,” tandasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya daya beli masyarakat dalam menopang keberlangsungan usaha. Kesejahteraan warga, menurutnya, akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan keuntungan pelaku usaha.
“Dengan semakin sejahteranya masyarakat, pasti akan meningkat juga perekonomiannya,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jateng terus mendorong penguatan instrumen keuangan sosial seperti wakaf uang. Hingga saat ini, dana wakaf yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp5 miliar dan siap disalurkan kepada masyarakat.
Ke depan, Gus Yasin berharap kolaborasi antara HIPKA dan sejumlah BUMD seperti Bank Jateng serta BPR BKK dapat semakin diperkuat guna mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis syariah.
Ketua BPW HIPKA Jateng, Asrar, menyambut positif ajakan tersebut. Ia menegaskan kesiapan para pengusaha HIPKA untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Intinya kami akan bersinergi terus dengan pemerintah untuk mengembangkan perekonomian di Jawa Tengah,” ujarnya.
Acara yang dikemas dalam format talkshow ekonomi ini juga dihadiri Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Tengah, Masrifan Djamil, serta sejumlah pimpinan BUMD dan OPD terkait.







