SOLO, MettaNEWS – Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta mencatat sejarah baru dalam pengembangan pendidikan Islam berstandar global.
Pada Sabtu (14/2/2026), Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Amien Suyitno, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung SD Daarul Qur’an Surakarta Al Azhary International di Surakarta.
Di tanah dengan luas 1400m² ini akan berdiri gedung sekolah, lapangan dan fasilitas pendukung masjid dan tempat parkir.
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi penanda dimulainya pembangunan fisik sekaligus babak baru kolaborasi pendidikan Islam berwawasan internasional. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran tokoh ulama, asatidz, wali santri, serta perwakilan lembaga pendidikan dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia itu menegaskan pentingnya integrasi pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an dengan kompetensi global.
Menurutnya, kehadiran SD Daarul Qur’an Al Azhary International diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul secara akademik dan siap bersaing di tingkat dunia.
“Pendidikan Islam hari ini harus melompat lebih jauh. Kita tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun peradaban. Sinergi antara kurikulum nasional, kepesantrenan, dan standar internasional adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Prof. Amien di lokasi acara.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dan silaturahmi pimpinan pesantren se-Jawa Tengah. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempererat ukhuwah sekaligus menyamakan visi pengembangan pendidikan pesantren di wilayah tersebut.
Puncak acara ditandai dengan soft launching Markaz Lughoh & Program Unggulan Daarul Qur’an Al Azhary, hasil kerja sama strategis antara Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta dengan Universitas Al-Azhar, Mesir.
Kerja sama ini meliputi pendirian Markaz Lughoh sebagai pusat pengembangan bahasa Arab berstandar pengajaran Mesir, serta Program Unggulan Al Azhary yang menyiapkan kader ulama dan cendekiawan muslim berlandaskan manhaj Al-Azhar (wasathiyah).
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan atas terwujudnya pendidikan Islam yang berkualitas dan berdaya saing global.
Dengan berdirinya SD Al Azhary International dan diluncurkannya Markaz Lughoh, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta kian mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang siap mengantarkan santri menuju gerbang pendidikan tinggi dunia, khususnya ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di Jawa Tengah maupun Indonesia untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan Islam.








