Diresmikan Erick Thohir Bareng Musisi Kenamaan, Studio Rekaman Lokananta Bisa Dikunjungi per 5 Juni

oleh
Lokananta
Peresmian studio rekaman Lokananta Solo oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan sejumlah musisi Tanah Air, Sabtu (3/6/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan studio rekaman pertama di Indonesia, Lokananta, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (3/6/2023) malam.

Erick bersama sejumlah musisi kawakan seperti Ahmad Albar (God Bless), Ian Antono, Abdi (Slank), Titiek Puspa, Waldjinah dan penyanyi solois Andien melakukan acara ceremonial yang menjadi tanda dibukanya Lokananta per 5 Juni 2023 untuk masyarakat umum.

Ceremonial itu juga sekaligus menandai kembalinya Lokananta setelah enam bulan berhenti beroperasi akibat revitalisasi. Dengan wajahnya yang baru, Lokananta bisa dikunjungi setiap hari.

Usai ceremonial, Erick Tohir mengatakan, Pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta merevitalisasi Lokananta guna mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang saat ini masih minim.

“Yang namanya ekonomi baru di industri kreatif sangat besar. Ini yang harus kami dorong karena selama ini belum ada. Maka dari itu kami bangunkan ini,” papar Erick.

Pihak pengelola menargetkan ada 15 event tiap 2 minggu Lokananta beroperasi. Erick menyebut, Lokananta ke depan bukan hanya sekedar memamerkan alat musik akan tetapi juga bisa mengembangkan industri musik Tanah Air.

Para musisi pun diharapkan untuk bisa memanfaatkan studio rekaman tertua di Indonesia ini.

“Lokananta punya sejarah panjang. Inilah cikal bakal musik Indonesia oleh Soekarno waktu itu agar musik Indonesia naik,” ujarnya.

Untuk mengunjungi galeri, masyarakat diwajibkan untuk membeli tiket sebesar Rp. 25.000,-. Pihak operasional mulai membuka galeri tersebut setiap hari mulai pukul 10.00 WIB-17.00 WIB.

Sedangkan untuk area foodcourt bisa dikunjungi mulai pukul 10.00 WIB-21.00 WIB di hari biasa. Dan 10.00 WIB-23.00 WIB di akhir pekan.

Sementara itu, Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi selaku pihak investor berharap Lokananta baru bisa menjadi entitas bisnis yang berkelanjutan. Pihaknya telah melakukan uji tuntas yang komprehensi dengan mengedepankan tata kelola yang baik.

Ada 5 pilar bisnis utama yakni yang coba dikembangkan di Lokananta yakni museum atau galeri, studio rekaman, arena pertunjukan atau amphitheater, area F&B (food and beverage/makanan dan minuman), dan galeri UMKM.

“Kami memastikan bahwa project ini dilaksanakan dengan proses bisnis
yang feasible, sehingga Lokananta dapat sustainable dengan berfokus pada 5 pilar bisnis itu,” terangnya.