Diikuti 824 Peserta, Porsadin VIII Jateng  Dibuka di Kabupaten Tegal, Bupati Tekankan Akhlak Santri

oleh
oleh

TEGAL, MettaNEWS – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi dibuka di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Jumat (9/10) malam. Sebanyak 824 peserta dari 35 kabupaten/kota siap berkompetisi dalam ajang yang memadukan olahraga, seni, dan nilai-nilai keagamaan tersebut.

Ratusan peserta itu tergabung dalam 27 tim, terdiri atas 429 peserta putri dan 395 peserta putra. Pembukaan berlangsung meriah dengan pawai kafilah yang mewakili 35 Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Kabupaten Tegal menjadi tuan rumah Porsadin VIII dengan mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti.” Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Ketua Panitia Porsadin VIII, Ahmad Sururi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dalam membangun karakter dan budi pekerti generasi muda.

Menurutnya, madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak dan moral anak-anak di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.

“Madrasah diniyah sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk membangun dan memperkuat pendidikan karakter atau budi pekerti,” ujarnya.

Ahmad Sururi juga mengajak pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberlangsungan pendidikan diniyah di Jawa Tengah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tegal beserta jajaran FKDT kabupaten/kota yang telah memberikan dukungan sehingga Porsadin VIII dapat terselenggara.

Bupati Tegal: Porsadin Bukan Sekadar Mengejar Juara

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan, Porsadin bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan sarana membangun generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, serta memiliki landasan keagamaan yang kokoh.

Ia menjelaskan, pendidikan di madrasah diniyah tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, fikih, dan akhlak, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, kejujuran, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.

“Porsadin bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah ikhtiar bersama membangun generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, dan memiliki fondasi keagamaan yang kokoh,” ungkap Ischak.

Pemerintah Kabupaten Tegal, lanjutnya, berkomitmen mendukung penguatan pendidikan keagamaan, termasuk madrasah diniyah dan pesantren. Menurut Ischak, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas manusia, karakter, dan spiritualitas.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan tetap menjaga akhlakul karimah.

“Menang adalah prestasi, tetapi mampu menerima kekalahan dengan lapang dada juga merupakan kemenangan yang luar biasa,” tuturnya.

Juara Porsadin Diharapkan Mendapat Pembinaan Berkelanjutan

Ketua Umum DPP FKDT, Lukman Hakim, turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tegal dalam penyelenggaraan Porsadin VIII. Ia menilai semangat dan kekompakan pengurus FKDT di berbagai daerah menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi santri madrasah diniyah.

Menurut Lukman, Porsadin merupakan bagian dari upaya menjaring sekaligus mengembangkan talenta santri, khususnya dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Ia mencontohkan prestasi peserta didik madrasah diniyah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lukman berharap para juara Porsadin tingkat Jawa Tengah mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Dengan demikian, potensi yang dimiliki para santri dapat terus dikembangkan untuk meraih prestasi hingga tingkat nasional.

Ia juga mengingatkan panitia, dewan juri, hakim, dan wasit agar menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan adil. Menurutnya, integritas dalam perlombaan penting untuk menjaga kepercayaan peserta sekaligus menjadi teladan pendidikan karakter bagi para santri.

Selain itu, Lukman meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Madrasah Diniyah Takmiliyah, termasuk memastikan kebijakan pendidikan tidak menghambat kegiatan belajar di madrasah diniyah.

Ia secara khusus mengapresiasi Kabupaten Tegal yang telah mengalokasikan insentif sebesar Rp2 juta per tahun bagi guru MDT. Lukman berharap dukungan dan insentif bagi para pendidik madrasah diniyah tersebut dapat terus ditingkatkan.

Melalui Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah, sinergi antara pemerintah, madrasah diniyah, pesantren, ulama, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, sehat jasmani, kuat mental, dan mampu berprestasi.

Selain menjadi ajang kompetisi, Porsadin VIII juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan antarsantri dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Semangat berkompetisi diharapkan berjalan beriringan dengan sportivitas dan nilai-nilai akhlakul karimah.