SEMARANG, MettaNEWS – Penampilan perdana atlet menembak Kota Surakarta, Daeva Seto, di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 berbuah manis. Meski baru dua tahun menekuni olahraga menembak, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta berusia 18 tahun itu berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Kota Solo.
Medali tersebut diraih Daeva pada nomor 10 meter Air Rifle (AR) putra, Kamis (29/10/2026). Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kejutan bagi atlet muda tersebut yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Daeva mengaku tidak menyangka mampu menembus podium. Pasalnya, sejumlah lawan yang dihadapinya memiliki pengalaman bertanding lebih banyak, bahkan sudah berkiprah di level nasional.
“Nggak nyangka, karena melihat banyak lawan sudah lebih berpengalaman. Jadi, ya sudah, tidak berharap lebih. Tapi alhamdulillah bisa mendapatkan medali,” tutur Daeva.
Ketertarikan Daeva terhadap olahraga menembak bermula dari ajakan seorang teman. Setelah mencoba dan merasa tertarik, ia mulai rutin menjalani latihan hingga akhirnya dipercaya mewakili Kota Surakarta pada Porprov Jateng 2026.
Meski belum memiliki banyak pengalaman bertanding, Daeva mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia berharap pencapaian pada debut Porprov ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi.
“Awalnya diajak teman, terus akhirnya mulai menekuni karena seru saja. Setelah ini (Porprov) semoga saya bisa berkembang lagi dan menjuarai event-event berikutnya,” paparnya.
Persaingan Ketat, Atlet Solo Lampaui Target
Pelatih tembak sasaran Kota Surakarta, Buyung Amran, mengakui persaingan pada nomor 10 meter Air Rifle putra berlangsung ketat. Daeva harus berhadapan dengan sejumlah atlet potensial yang memiliki pengalaman kompetisi lebih matang.
Beberapa pesaing bahkan terbiasa menjalani latihan dan pertandingan di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Selain itu, terdapat atlet dari Kabupaten Sragen yang pernah mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) serta atlet Kabupaten Demak yang dinilai memiliki potensi besar.
“Lawan-lawannya memang atlet potensial semua. Alhamdulillah atlet kami bisa menyamai persaingan, meskipun hasilnya belum sepenuhnya memuaskan. Setidaknya masih bisa mendapatkan perunggu,” tutur Buyung.
Secara keseluruhan, kontingen tembak sasaran Kota Surakarta berhasil mengoleksi satu medali emas dan dua medali perunggu pada nomor 10 meter. Capaian tersebut melampaui target awal yang ditetapkan tim pelatih.
Buyung menjelaskan, sebagian besar atlet yang diturunkan Kota Surakarta pada Porprov kali ini masih berstatus pelajar. Karena itu, keikutsertaan mereka tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman dan jam terbang.
“Kita sudah melebihi target, karena atlet kita yang turun (Porprov Jateng) masih pelajar semua,” tukas Buyung.
Raihan perunggu Daeva menjadi bukti potensi atlet muda menembak Kota Surakarta. Pengalaman debut di Porprov Jateng 2026 diharapkan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan dan bersaing pada kejuaraan berikutnya.








