Update Harga Bahan Pokok di Pasar Legi Solo: Telur Bertahan Tinggi, Mi dan Beras Melambung

oleh

SOLO, MettaNEWS – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Legi Solo meroket sejak pekan lalu. Terpantau saat ini harga mi kuning tembus di angka Rp 95 ribu hingga Rp 110 ribu per bal dari harga normalnya seharga Rp 75 ribu. Sedangkan mi instan berada di angka Rp 3,5 ribu, dari harga semula berkisar Rp 2,5 ribu sampai Rp 3 ribu/kemasan.

Sedangkan komoditas lain seperti telur berada di angka Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu/kg, harga beras berkisar dari Rp 8 ribu hingga Rp 13 ribu/kg, sementara untuk tepung beras dari Rp 11 ribu hingga Rp 13 ribu/kg.

Salah satu pedagang, Maryani (53) mengatakan mi olahan menjadi komoditas yang naik begitu tinggi dari harga normal sejak 2 bulan lalu. Saat ini harga eceran mi olahan untuk merk Sari Rasa mencapai harga Rp 95 ribu/bal dari semula Rp 75 ribu/bal, sementara untuk harga ecer Rp 10 ribu dari semula Rp 8 ribu/bungkus.

“Merk Yumami Rp 5 ribu menjadi Rp 6 ribu/bungkus, per balnya Rp 95 ribu semula Rp 75 ribu. Sementara untuk mi instan naik juga awalnya sekitar Rp 2,5 ribu sampai Rp 3 ribu sekatang Rp 3,5 ribu per bungkus,” kata Maryani kepada MettaNEWS, Rabu (24/8/2022).

Selain itu, harga telur ayam juga masih tinggi. Semula harga per kilogramnya Rp 25 ribu, hingga pada Sabtu (20/8/2022) harga telur naik Rp 3 ribu dan bertambah menjadi Rp 29 ribu per hari ini, Rabu (24/8/2022). Menurut informasi yang ia dapat dari pemasok, kenaikan disinyalir dari kurangnya bibit ayam petelur yang dimiliki peternak.

“Nyari bibitnya susah, kalau yang dari agen bilangnya banyak yang buat PKH jadi nggak ada pasokan barang, dampaknya permintaan berkurang dari biasanya beli 5 kg jadi 2 kg,” kata Maryani.

Maryani mengaku sejak harga telur ayam meroket ia tak lagi berani mengambil banyak dari pemasok. Dari 4 peti yang ia jual, pihaknya baru bisa menjual 2 peti dalam kurun waktu satu pekan.

Harga Beras Juga Naik

Bahan pokok lain seperti beras tak luput dari kenaikan harga sejak pekan lalu. Harga beras berkisar di angka Rp 8.800 sampai Rp 13 ribu per kilogram, merangkak naik 800 rupiah per harinya.

“Merk C4 sedang itu merk beras yang paling banyak diminati, kualitasnya bagus harganya juga nggak begitu mahal, Rp 11 ribu per kilogram,” katanya.

Sedangkan harga tepung beras naik dari Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu. Terkini harga tepung beras merk Cakra Rp 13 ribu/kg dari harga semula Rp 12 ribu, Segitiga Rp 12,5 ribu/kg dari harga semula Rp 11 ribu, curah Rp 10,5 ribu/kg semula Rp 8 ribu, Mila Rp 11 ribu/kg dari semula Rp 9 ribu.

Salah satu pedagang Tanti (43) mengaku di tempatnya, harga mi naik Rp 3 ribu/bal. Ia menjual mi kering besar Rp 25 ribu/bal, mi kering kecil Rp 20 ribu/bal, sementara harga tepung merk Sania Rp 12 ribu dari harga semula Rp 10 ribu. Lantaran hal ini jumlah permintaan menurun sehingga pihaknya mengurangi stok. Terlebih di bulan Sura, tak banyak pembeli yang melirik mi lantaran tak banyaknya hajatan.

“Dulu ambil stoknya bisa sampai 15 bal sekarang 5 sampai 10 bal saja, ini lakunya sekitar satu minggu, kalau yang mi Padamu sekarang Rp 85 ribu naik Rp 10 ribu, mi kaca Rp 110 ribu per satu kardus, naik Rp 20 ribu sejak satu bulan yang lalu, kata Tanti.

Di pedagang lain, Tutik (37) menjual mi Superior seharga Rp 27 ribu/5 pak, naik dari Rp 23 ribu. Sedangkan harga mi paling mahal Tatan Rp 83 ribu/4 kg sebelumnya Rp 65 ribu.

“Sejak naik mengurangi jumlah stok karena pembeli menyesuaikan harga, juga beralih ke bahan makanan yang lain, ini permintaan turun, untuk tepung terigu juga naik dari Rp 127 ribu menjadi Rp 140 ribu,” ucap Tatik.