KEBUMEN, MettaNEWS – Upaya menyelamatkan 6 nelayan awak KM Tauladan yang terbalik karena ombak besar di perairan Mlirit, Kebumen di Samudera Hindia, berlangsung tak mudah. Tim SAR gabungan menemukan mereka sudah hanyut 3 mil laut dari tempat kejadian.
Kepala Kantor SAR Cilacap Adah Sudarsa dalam siaran pers Jumat sore menyebutkan, KM Tauladan terbalik oleh ombak besar yang berkecamuk di laut selatan Pulau Jawa, Kamis (13/10/2022) malam sekitar pukul 22.00.
Enam awak kapal seketika terlempar ke laut. Namun, beruntung di saat kritis, seorang awak bernama Dasino berhasil menghubungi pemilik kapal. Kabar musibah itu pun sampai ke Kantor SAR Cilacap. Di saat yang sama, tim penolong kecelakaan laut dari komunitas nelayan dan Polair Cilacap dan Kebumen pun berupaya melakukan SAR.
“Kami memberangkatkan tim rescue sehingga terbentuk SAR gabungan. Misinya adalah mencari dan menyelamatkan awak kapal yang hilang,” papar Adah Sudarsa.
Upaya pencarian dan penyelamatan berlangsung di tengah laut yang tidak terlalu ramah. Ditambah beberapa kesulitan lain, sebagaimana tampak dalam beberapa video dokumentasi, salah satu perahu yang digunakan komunitas nelayan untuk membantu misi, justru mengalami mati mesin sehingga harus ditarik oleh perahu karet RIB Basarnas.
Namun, di tengah situasi seperti itu, muncul berita baik. Salah satu perahu pencari berhasil menemukan para nelayan survivor, mereka bergerombol mengapung dengan jaket pelampung sekitar 3 mil laut dari tempat kejadian.
Tidak mudah menaikkan mereka ke perahu jukung katir yang sempit di tengah ombak. Meski demikian, akhirnya proses penyelamatan berlangsung mulus.
“Para survivor kemudian dievakuasi ke Cilacap untuk mendapatkan perawatan medis. Dengan ditemukannya seluruh survivor dalam keadaan selamat, maka operasi SAR kami nyatakan ditutup,”tandas Adah Sudarsa.







