Buka Gelar Karya SLB Negeri Surakarta, Astrid Widayani Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani secara resmi membuka acara “Gelar Karya & Prestasi Siswa” di SLB Negeri Surakarta, Rabu (17/12/2025). Kehadiran Astrid menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, dan memberdayakan bagi seluruh peserta didik.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Astrid Widayani yang disambut antusias oleh para guru, siswa, dan orang tua murid. Acara ini menjadi ruang aktualisasi bagi siswa SLB untuk menampilkan potensi, kreativitas, serta membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi maupun membangun kemandirian ekonomi.

Dalam sambutannya, Astrid memberikan apresiasi tinggi atas capaian siswa SLB Negeri Surakarta yang berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat internasional. Ia menyoroti keberhasilan enam siswa yang mewakili Indonesia pada ajang Asian Youth Para Games di Dubai, dengan raihan medali emas dan perunggu.

Salah satu atlet berprestasi tersebut adalah Frans Marselino Dodoyako, atlet para-atletik asal Papua, yang berhasil menyumbangkan medali perunggu dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global.

“Ini membuktikan bahwa sekolah berkebutuhan khusus memiliki potensi besar yang harus terus diasah. Siswa kita tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Astrid.

Dikenal sebagai “Ibu Inklusi”, Astrid menekankan pentingnya pembekalan life skill bagi siswa SLB agar mampu hidup mandiri dan berkontribusi aktif di tengah masyarakat. Ia juga memberikan pesan motivasi kepada para siswa untuk terus mengembangkan potensi diri.

Be the best version of you. Setiap orang diciptakan dengan keunikan masing-masing. Teruslah berkreasi tanpa batas dan jadilah pribadi yang bermanfaat bagi dunia,” tuturnya.

Astrid turut mengapresiasi dedikasi para guru SLB Negeri Surakarta yang dinilai konsisten dalam mentransfer pengetahuan sekaligus membangun kepercayaan diri siswa agar siap menghadapi dunia luar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan Astrid ke stan-stan pameran hasil karya siswa. Tidak hanya meninjau, ia juga berinteraksi langsung dengan para siswa serta membeli sejumlah produk kerajinan tangan dan olahan makanan hasil karya mereka sebagai bentuk dukungan nyata.

Langkah tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong kemandirian ekonomi siswa SLB. Astrid berharap keterampilan yang ditampilkan dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Surakarta berharap dapat terus membangun ekosistem pendidikan inklusif yang mampu memfasilitasi seluruh kebutuhan siswa serta memastikan setiap potensi berkembang secara optimal.