SOLO, MettaNEWS – BPJS Kesehatan Cabang Surakarta terus mengakselerasi berbagai program strategis demi mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025, yakni cakupan 98,6% peserta JKN dari total penduduk dan 80% di antaranya berstatus aktif.
Kepala BPJS Kesehatan Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari, menyebutkan bahwa sejumlah program tengah digulirkan guna memastikan perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merata di seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu program unggulan ialah PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, Registrasi), yaitu upaya social marketing terencana untuk merekrut dan mengaktifkan peserta JKN melalui kerja sama dengan pihak ketiga berdasarkan rekomendasi perangkat daerah.
“Melalui PESIAR, kami memetakan masyarakat desa yang belum terlindungi JKN, menyisir kelompok rentan seperti korban PHK, ibu hamil, dan masyarakat miskin, serta memastikan desa menuju Universal Health Coverage (UHC) atau Desa Sehat Sejahtera,” jelas Debbie.
Hingga saat ini, sudah terdapat 67 agen PESIAR yang bekerja di berbagai desa/kelurahan untuk mendata dan mengadvokasi masyarakat. Program ini juga membantu validasi data kependudukan, penyisiran stunting, dan penurunan angka kemiskinan ekstrem.
Tak hanya PESIAR, BPJS Kesehatan Surakarta juga menjalankan program SRIKANDI (Sinergi Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta JKN). Program ini melibatkan kerja sama tripartit antara pemerintah daerah dan entitas kolektif atau pihak ketiga untuk menjaring peserta baru atau mengaktifkan kembali kepesertaan yang nonaktif, dengan sistem pembayaran tagihan terpisah antara pemerintah dan pihak ketiga.
Selain itu, Program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) juga memberikan kemudahan bagi peserta JKN menunggak untuk melunasi iuran secara cicilan. Sementara itu, lewat PARTNER JKN, BPJS menggandeng komunitas dan influencer lokal sebagai pendidik sebaya dalam mengedukasi masyarakat seputar pentingnya perlindungan kesehatan.
“Kami berharap sinergi ini dapat membangun kemitraan yang kuat antara BPJS, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semua ini demi mendukung target nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Debbie.
Upaya BPJS Kesehatan Surakarta ini sejalan dengan tujuan besar RPJMN 2025 yakni jaminan kesehatan semesta yang merata, partisipatif, dan berkelanjutan.







