Bersama APSAI, Kementrian Mantapkan Indonesia Layak Anak di 2030

oleh

JAKARTA, MettaNEWS – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus mendorong partisipasi publik khususnya dunia usaha dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia.

Hal ini dikatakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Nasional 2022 APSAI, Sabtu (15/10/2022).

Menteri PPPA mengatakan melalui Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) diharapkan mampu menjadi bagian dari tanggung jawab dalam dunia usaha sekaligus mendukung Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di daerah.

“Sudah banyak kerja-kerja nyata APSAI bekerja sama dengan kami di KemenPPPA. KemenPPPA mempunyai penghargaan Kab/Kota Layak Anak, dan salah satu indikator penghargaan itu adalah terbentuknya asosiasi ini di daerah,” ujar Menteri Bintang.

Menteri Bintang mengapresiasi apa yang dilakukan APSAI yang konsern dalam hal pemenuhan hak anak untuk melahirkan anak-anak yang berkualitas. Pihaknya berharap APSAI dapat terus mendorong perlindungan hak anak di Indonesia.

Ia juga menyepakati langkah sinergis pusat daerah serta kolaborasi pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan upaya menuju Indonesia Layak Anak 2030.

“Sejalan dengan visi dan misinya, APSAI diharapkan dapat terus menggugah kepedulian dan meningkatkan peran aktif perusahaan atau pelaku bisnis agar peduli terhadap pemenuhan hak anak dan mendorong terciptanya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030”, kata Bintang.

Sementara itu, Ketua Umum APSAI 2019-2021, Luhur Budijarso memaparkan beberapa pencapaian penting di masa kepengurusannya seperti aksi nyata perusahaan anggota dalam mendukung hak dan kesejahteraan anak, penyelenggaraan Anugerah Pelangi dan pengakuan keberadaan APSAI di forum Internasional.

“Capaian penting lain yang menjadi catatan adalah meningkatnya jumlah anggota APSAI daerah secara signifikan selama kurun waktu 5 tahun terakhir, meskipun harus melalui 2 tahun masa pandemi. Ini yang akan kita terus dorong agar semua daerah di Indonesia terbentuk APSAI khususnya untuk mendukung Kab/Kota Layak Anak” jelas Luhur.

Ketua APSAI periode 2022-2027, Wida Septarina mengatakan, program 100 hari pengurus terpilih adalah melakukan konsolidasi internal organisasi untuk memastikan adanya kesatuan langkah pusat dan daerah untuk percepatan target Indonesia Layak Anak 2030.

Lenny Rosalin, pembina APSAI yang turut andil lahirnya APSAI pada tahun 2011 membagikan kisah kilas balik lahirnya APSAI.

“APSAI merupakan wadah percepatan implementasi peran dunia usaha dalam pemenuhan hak anak Indonesia. Lewat APSAI pula kita bisa memastikan sinergi dunia usaha dengan program pemerintah dalam mewujudkan Kota atau Kabupaten layak anak” jelas Lenny.

Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Nasional 2022 dengan tema “APSAI Maju, Anak Indonesia Terlindungi”.

Acara ini dilakukan secara hybrid dan diikuti oleh anggota APSAI Pusat dan 18 APSAI daerah yang hadir dari berbagai kota/kabupaten dan provinsi di Indonesia. Saat ini APSAI telah berdiri di 19 provinsi, 58 kabupaten/kota dan beranggotakan 1440 perusahaan anggota di seluruh Indonesia.