SOLO, MettaNEWS – Ketua Paguyuban pedagang Night Market Ngarsapura, Kurniadi mengaku selama berjualan di lokasi sementara yakni Jalan Bhayangkara, Sriwedari, banyak pedagang yang mengalami turun omzet sebanyak 25 persen.
Penurunan ini dialami para pedagang Night Market selama 6 bulan. Yakni sejak dipindah pada 16 Juli 2022 hingga 25 Desember 2022. Revitalisasi kawasan Ngarsapura jadi sebab dipindahnay Night Market ini. Maka dengan terpaksa para pedagang dipindah sembari menunggu revitalisasi rampung.
Menurut Kurniadi pemindahan itu menimbulkan efek signifikan dalam pemasukan masing-masing pedagang.
“Perbedaan omzet dulu di Bhayangkara sangat jauh dari yang di jalan sekarang Jalan Diponegoro. Kebanyakan padagang mengeluh semua,” kata Kurniadi saat ditemui di Ngarsapura Minggu (01/01/2023).
Dikatakannya Night Market di Jalan Diponegoro lebih mendatangkan untung lantaran sudah dikenal oleh para pelanggan.
“Karena omzetnya tidak ada 25 persen. Kalau di Ngarsopuro pembeli sudah mengenal,” imbuhnya.
Turunnya omzet pedagang ini dibenarkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Solo, Wahyu Kristina. Untuk itu di momen pergantian tahun ini, Pemerintah Kota Solo akhirnya memindahkan Night Market ke tempat semula.
“Ya jadi mereka memang selalu melaporkan omzet setiap malam Minggu di Ngarsapura dibandingkan dengan di Bhayangkara itu berbeda. Tentunya lebih ramai di sini. Ya ini memang mungkin karena secara lokasi,” kata wanita yang akrab disapa Ina.
Jika diamati lagi, kawasan Ngarsapura memang lebih strategis ketimbang Jalan Bhayangkara Sriwedari. Sebab kawasan ini dekat dengan tempat-tempat wisata seperti Pura Mangkunegaran dan pusat keramaian kota. Maka tak ayal jika banyak event yang digelar juga mempengaruhi keramaian pengunjung.
“Kemudian di sini juga banyak atraksi yang lain. Seperti acara di Pamedan, di Mangkunegaran di Slamet Riyadi. Ini berefek ke pedagang juga kalau mereka ramai mereka juga menjadi ramai,” ungkap Ina.
Pihaknya berharap setelah dipindah kembali di kawasan Ngarsapura. Omzet event Night Market kembali ke sebelumnya.
“Jadi, omsetnya kembali seperti di awal bahkan bisa meningkat. Karena dengan Ngarsopuro yang lebih menarik tentunya kan mengundang pengunjung yang lebih banyak lagi datang,” tukasnya.







