PATI, MettaNEWS – Bank Jateng Cabang Koordinator Pati mengajak generasi muda untuk mulai menerapkan pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini agar mampu mewujudkan kesejahteraan finansial di masa depan. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah menghindari sikap gengsi dan mampu membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.
Pesan tersebut disampaikan Perwakilan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, Arif Rahman Widiyanto, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Solusi Indonesia (GSI), Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, PT Pertamina, dan Pemerintah Kabupaten Pati.
Arif menjelaskan, pengelolaan keuangan yang baik harus dimulai dengan meningkatkan literasi keuangan. Menurutnya, banyak anak muda yang masih terjebak gaya hidup konsumtif karena ingin mengikuti tren atau gengsi terhadap lingkungan pergaulan.
“Biasanya di kalangan muda yang paling menonjol adalah gengsi. Karena teman membeli barang bermerek, akhirnya ikut ingin membeli. Sejak dini harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan,” ujarnya.
Selain mengendalikan gengsi, Arif membagikan lima langkah sederhana yang dapat diterapkan generasi muda dalam mengelola keuangan.
Tips pertama adalah mampu membedakan kebutuhan dan keinginan sehingga pengeluaran tetap terkendali.
Kedua, membuat anggaran dengan mencatat seluruh pengeluaran setiap hari. Catatan tersebut kemudian direkap setiap bulan untuk mengetahui pola pengeluaran dan mengevaluasi mana yang benar-benar menjadi kebutuhan.
“Teman-teman bisa mencatat pengeluaran setiap hari, kemudian direkap setiap bulan agar bisa dievaluasi,” katanya.
Tips ketiga adalah membiasakan diri menabung sejak usia dini. Arif menyebut kebiasaan tersebut sejalan dengan program pemerintah Satu Pelajar Satu Rekening.
Untuk mendukung program tersebut, Bank Jateng menyediakan produk Simpel (Simpanan Pelajar) yang diperuntukkan bagi pelajar hingga usia maksimal 17 tahun atau belum lulus SMA. Rekening tabungan tersebut sudah menggunakan nama pelajar sebagai pemilik rekening.
Selanjutnya, generasi muda juga didorong mulai berinvestasi sejak dini. Menurut Arif, investasi tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar, tetapi dapat dimulai secara bertahap melalui berbagai instrumen seperti emas maupun saham.
Bank Jateng sendiri juga menyediakan produk investasi jangka panjang melalui DPLK Setia Bank Jateng yang memberikan manfaat dana pensiun dengan nilai investasi sekitar 6 persen.
“Teman-teman bisa mulai berinvestasi dari sekarang, apalagi bagi yang sudah memiliki usaha atau penghasilan,” jelasnya.
Tips kelima adalah mengelola utang secara bijak. Arif menegaskan, utang sebaiknya digunakan untuk kebutuhan produktif, seperti modal usaha, bukan untuk memenuhi gaya hidup atau keinginan konsumtif.
“Hutang boleh, tetapi harus jelas untuk apa. Kalau hanya untuk keinginan sebaiknya ditunda. Namun kalau untuk usaha atau kebutuhan produktif, itu bisa dipertimbangkan,” katanya.
Bank Jateng juga menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha dengan persyaratan usia minimal 22 tahun.
Selain membahas pengelolaan keuangan, Arif mengingatkan peserta agar waspada terhadap maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang kini banyak ditawarkan melalui SMS maupun WhatsApp.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan legalitas penyedia layanan dengan mengecek melalui OJK, termasuk menghubungi layanan konsumen OJK di nomor 157 apabila ragu terhadap legalitas suatu pinjaman online.
Dalam memilih investasi, Arif menekankan pentingnya memperhatikan dua aspek, yakni legal dan logis. Legal berarti badan usaha yang menawarkan investasi memiliki izin resmi, sedangkan logis berarti keuntungan yang ditawarkan masih masuk akal.
“Kalau investasi Rp100 ribu dijanjikan menjadi Rp1 juta dalam waktu singkat, tentu itu tidak logis. Jangan mudah percaya dengan tawaran seperti itu karena bisa jadi merupakan investasi bodong atau skema Ponzi,” tegasnya.
Kegiatan Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda Pati dibuka oleh Dewan Pembina GSI yang juga Ketua Komisi Kejaksaan RI, Prof. Pujiyono Suwadi, bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Candra.
Selain Arif Rahman Widiyanto, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya pakar rumput berstandar FIFA Prof. Dr.Sc.Agr. Ir. Rahayu, S.P., M.P., pakar hukum tata negara UNS Dr. Andina Elok Puri Maharani, pemerhati pembangunan Jawa Tengah Zulkifli Gayo, Local Hero Pati Rafi Rizqullah Arifin, serta penerima beasiswa internasional asal Pati, Gelar Abdi Fistawan.
Acara diikuti sekitar 125 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pengurus BEM, pelajar, OSIS, Pramuka, karang taruna, KNPI Pati, atlet, hingga perwakilan organisasi kepemudaan dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Pati.








