Bank Indonesia Solo Ganti Uang yang Dimakan Rayap Rp 20,2 Juta, Samin Bernapas Lega

oleh
Uang rayap
Samin (53) dan Sri Kadarwati (48) menerima uang ganti tabungannya yang dimakan rayap dari Bank Indonesia sebesar Rp 20.220.000, Kamis (15/9/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Bank Indonesia (BI) Solo umumkan besaran total uang ganti milik Samin (50) yang rusak dimakan rayap hari ini, Kamis (15/9). Sebelumnya pihak BI memeriksa kondisi uang rusak senilai Rp 50 juta tersebut pada Selasa (13/9 lalu.

Dari hasil identifikasi itu didapati uang Rp 9.910.000 yang dapat dicover oleh BI. Sisanya pihak BI meminta kepada Samin untuk menyusun potongan kecil uang tersebut hingga mencapai 65 persen dari bentuk aslinya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo mengumumkan kini total penggantian uang Samin kini mencapai  Rp 20.220.000. Jumlah tersebut didapatkan dari penyusunan uang yang dilakukan pada Rabu (14/9) malam di kediamannya, Loji Wetan, Pasar Kliwon Solo.

“Tadi malam dibantu oleh teman-teman merangkai kembali potongan serpihan kertas, Alhamdulillah bisa menghasilkan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan penggantian yakni 2 per 3 dari luasan uang itu sebanyak Rp 10.310.000,” terang Joko di Griya Krida Laksana Bank Indonesia Solo, Kamis (15/9/2022).

Joko menyebut menabung di bank sebagai pilihan terbaik untuk menyimpan uang. Terlebih saat sudah terlanjut terjadi mengcover serpihan kertas uang yang dimakan rayap merupakan suatu hal yang sulit. Selama dua hari pihak BI mengindentifikasi uang yang dimakan rayap tersebut. Dari sisa yang tak lolos pengecekan akan disimpan.

“Kami lakukan seoptimal mungkin selebihnya yang potongan-potongan kecil tidak dapat direkonstruksi ini sebagai pembelajaran bagi kita semua bahwasanya lebih baik menyimpan uang di bank lebih banyak manfaatnya lebih aman bisa buat transaksi non tunai dan mendapat bunga atau bagi hasil,” terangnya.

Pihaknya mengimbau bagi masyarakay yang masih menabung secara konvensional dapat  secara rutin menyetorkan tabungan tersebut satu bulan sekali atau dua bulan sekali.

“Boleh menyimpan di celengan kalau takut kedekatan kalau tiap bulan harus disetorkan sehingga kalau ada kerusakan lebih cepat untuk teridentifikasi sedangkan kalau Pak Samin tahunan sehingga terlambat untuk teridentifikasi apabila ada rayapnya atau kendala lain,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Samin (53) dan Sri Kadarwati (48) begitu bahagia mendapati uangnya bisa kembali meski tak secara keseluruhan.

“Terima kasih untuk BI yang sudah susah payah merangkai serpihan uang saya alhamdulillah sudah bisa maksimal bisa ditukar saya bersyukur sekali dengan itu, juga semua orang yang telah membantu yang tidak ada lelahnya Mari kita cintai uang kita,” terang Samin.

Samin mewanti-wanti kepada masyarakat agar masyarakat tak melakukan hal yang sama, menabung di celengan.

“Jangan seperti saya menabung di omplong ternyata mudaratnya uang sebanyak itu kalau nggak di omplong mungkin sudah bisa buat daftar. Mari kita biasakan nabung di bank lebih aman kita bertransaksi lebih mudah,” tutupnya.