SOLO, MettaNEWS – Muda mudi asal Kecamatan Banjarsari, Nurazizah Rusdiana Dewi finalis (Azizah) putri nomor urut 5 dan Alamsyah Fajar Nursaid Putra finalis putra nomor urut 9 menjadi Putra Putri Solo 2022. Pada malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Solo di halaman Balai Kota Solo, Minggu (7/8/2022) keduanya berhasil memukau dewan juri dengan menjawab 1 pertanyaan penumpas.
Alamsyah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, mendapat pertanyaan tentang budaya melek literasi. Ia menjawab pertanyaan ini lewat edukasi dan pemaparan pentingnya literasi. Dikatakan Alamsyah, ia ingin wong Solo lebih giat membaca dan manfaatkan fasilitas membaca.
“Di era digitalalisasi budaya literasi cukup terdegredasi, jawaban saya untuk mempromosikan dan juga mengedukasi masyarakat Kota Solo supaya melek literasi salah satunya tadi di selasar Balai Kota Solo ada omah baca Nawala di situ ada free library jadi masyarakat bisa baca buku secara gratis asal dikembalikan ke dalam lemari, jadi monggo kawan-kawan kita tingkatkan lagi budaya melek literasi,” kata Alamsyah kepada MettaNEWS usai acara, Minggu (7/8/2022).
Untuk mempromosikan Kota Solo, ia akan memanfaatkan platform digital dan kanal media sosial. Seolah tak percaya dengan pencapaiannya, ia berharap dapat mengemban amanah sebagai Putra Solo 2022.
“Promosi bisa dari segala cara bisa dilakukan langsung ataupun tidak langsung, di era digitalisasi seperti saat ini kita bisa manfaatkan platform atau kanal media sosial IG, TikTok, tidak hanya Putra Putri Solo tapi saya harap terutama anak-anak muda juga bisa mempromosikan atau branding Kota Solo,” tutupnya.
Dikesempatan yang sama, juara 1 Putri Solo 2022 Azizah merupakan mahasiswi Fisika Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang menggeluti kesenian tari di Pura Mangkunegaran. Mendapat pertanyaan tentang akulturasi budaya, Nurazizah ingin mengenalkan akulturasi seni tari melalui potret dirinya.
“Soal akulturasi budaya di Kota Solo dan contoh cara mempromosikannya. Jawabanku tentang tari Srimpi Moncar sama Adaningkir Suara, aku seorang penari di Mangkunegaran jadi caraku mempromosikan misalnya dengan dokumentasi terus upload ke sosial media terus temenku yang tertarik aku ajarin natinya,” kata Azizah kepada MettaNEWS usai acara, Minggu (7/8/2022).
Menariknya Nurazizah mendaftar Putra Putri Solo hanya sekedar untuk mengisi waktu luang. Sehari menjelang batas waktu pendaftaran ditutup, ia memantapkan diri ikut ajang ini meski tanpa persiapan matang.
“Sebenarnya nggak mau daftar tahun ini karena pertama persiapannya belum matang, tapi dulu pas SMA ikut Putra Putri SMANSA cuma dapat favorit tapi gapapa, dan aku juga suka Miss Pageant, suka nonton Miss Indonesia Miss Internasional jadi ya dari itu jadi termotivasi, saya punya potensi dan memaksimalkannya dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Motivasi terbesar karena ini masa libur dan minggu depan masuk mungkin dari pada liburan nggak ngapa-ngapain cuma tiduran mending saya join ini, nggak nyangka banget literally daftar di h-1 penutupan,” bebernya.
Mahasiswa semeseter 3 ini tak menyangka keluar sebagai juara 1 dalam perhelatan Duta Wisata Kota Solo. “Sebenarnya dari tadi enggak ada rasa deg-degan sama sekali sih, cuma pas pengumuman bener-bener shock, kaget karena enggak nyangka banget soalnya aku banyak banget kekurangannya selama karantina bahkan selama grand final ini ngerasa enggak maksimal, sih, tetapi alhamdulillah karena semua ada hikmahnya,” jelasnya.
Lewat platform Putra Putri Solo pihaknya kan menebar energi positif. “Karena kan sudah ada di platform Putra Putri Solo yang notabene sudah terpercaya di masyarakat jadi sumber informasi dari kita pun juga bisa dipercaya oleh masyarakat untuk selalu menebarkan energi positif,” kata Azizah.
Alamsyah Fajar dan Nurazizah ingin membranding Kota Solo sebagai kota pariwisata melalui warna yang berbeda. Mengoptimalkan sosial media, promosi pariwisata akan gencar dilakukan. 20 finalis Putra Putri Solo 2022 akan mengabdi untuk Kota Solo selama 1 tahun kedepan. Membawa nama Solo, mereka akan berperan dalam perkembanganya.







