Bak Model Fashion Week, Emak-emak Berkebaya Melenggang Peringati HUT Kemerdekaan RI

oleh

SOLO, MettaNEWS – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dimanfaatkan oleh sekumpulan emak-emak yang aktif mengkampanyekan budaya berkebaya lewat kegiatan Solo Berkebaya di Loji Gandrung Solo, Minggu (14/8/2022).

Ratusan emak-emak ini getol menyuarakan busana kebaya sebagai budaya yang patut dilestarikan. Sebanyak 120 emak-emak melakukan kirab budaya dengan membawa bendera merah putih dan tempayak dengan berbagai tulisan seperti kebaya milik kita, kebaya goes to Unesco dan Solo Berkebaya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Car Free Day (CFD) Solo.

Sesampainya di Novotel, para emak-emak ini berlenggak lenggok bak model fashion week. Tentunya aksi ini menyedot perhatian masyarakat umum. Merasa terhibur, aksi ini juga sekaligus sebagai kampanye pentingnya melestarikan budaya berpakaian Jawa.

Ketua Solo Berkebaya, Baningsih mengatakan 120 peserta berasal dari komunitas yang bersumber dari rakyat untuk rakyat.

“Semua dari komunitas ibu-ibu berkebaya juga dari beberapa relawan komunitas yang lain, semua rakyat boleh ikut si Solo Berkebaya tanpa pendaftaran,” kata Baningsih kepada MettaNEWS usai menghelat acara, Minggu (14/8/2022).

Melalui Solo Berkebaya, pihaknya ingin anak-anak muda melirik kebaya ini sebagai ragam berpakaian yang fashionnable.

“Tujuannya selain untuk memperingati hari kemerdekaan kita juga nguri-uri budaya terutama dalam hal kebaya, biar semua anak-anak muda kedepannya menyukai kebaya,” katanya.

Komunitas ini terbentuk setelah pandemi mereda dan tersebar di berbagai wilayah seperti Solo, Yogyakarta, Jakarta dengan nama-nama yang berbeda.

“Dengan nama yang berbeda tapi intinya sama  kami ingin mengkampanyekan kebaya sebagai budaya berbusana Indonesia. Komunitas ini akan terus ada, karena budaya milik kita, setiap ada peringatan seperti Hari Ibu, Hari Kartini,” terang Baningsih.

Dimulai dari gerakan emak-emak, pihaknya berharap semua pihak dapat bersinergi bersama mewujudkan Solo Berkebaya.

“Ini merupakan kebanggan untuk kami merayakan kemerdekaan dengan berkebaya. Akhir-akhir ini ibu-ibu jadi tersingkir dan kita perlu bangkitkan lagi semangat meraka. Kami berencana komunitas ini akan memiliki banyak kegiatan postitif semacam kegiatan sosial, rencananya kedepan biar produktif juga,” jelasnya