SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo terus berproses.
“Ya masih berproses. Progres nya jalan terus sesuai target,” kata Gibran, di Balai Kota Solo, Jumat (8/12/2023).
Gibran menyebut proyek PLTSa ini masih berprogres sampai full 8 mega watt.
“Nanri sampao full 8 mega watt, sampai tahun depan ya. Ditunggu saja ya,” ujarnya.
Calon wakil presiden dari Partai Koalisi Indonesia Maju ini mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan daerah lain. Koordinasi ini untuk pasokan sampah.
“Ya ini sedang kita siapkan biar nanti bisa menampung sampah dari kota lain,” tandasnya.
Ia menegaskan kabupaten sekitar Solo menyambut baik kerja sama pengolahan sampah ini.
“Sampun (sudah terjalin kerja sama dengan daerah lain), ” singkatnya.
PLTSa Putri Cempo mampu mengolah sampah mentah warga Solo sebanyak 545 ton setiap harinya.
Nantinya PLTSa Putri Cempo mampu membangkitkan energi listrik kurang lebih 8 megawatt. Dengan 5 megawatt di antaranya akan dijual ke PLN.
Gibran menegaskan manfaat PLTSa ini tidak untuk kepentingan Kota Solo saja. Namun juga bermanfaat bagi kabupaten dan kota lain.
Dibangun sejak tahun 2016, PLTSa Putri Cempo sempat mengalami kendala SLO. Melewati proses yang sangat panjang selama 7 tahun, kini PLTSa Putri Cempo mampu menjadi <span;>center of excellence<span;> atau fasilitas yang dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, sarana riset dan pengembangan pelatihan dan dukungan pengolahan sampah menjadi energi baru yang bersih dan ramah lingkungan.
Adapun 5 megawatt listrik yang dihasilkan PLTSa Putri Cempo ini dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi kurang lebih 5.550 rumah tangga dengan daya masing-masihg 900 watt.
“Iya ya jadi dari Subosuko berkomitmen setelah 5 tahun ke depan untuk mengirim sampahnya ke sini. Ya ini kita impor dari sekarang yang jelas ini solusi bukan hanya Kota Solo saja tapi solusi bersama untuk semua bahkan Jogja juga bisa kita tampung juga sampahnya, tenang saja,” terang Gibran.
Untuk saat ini pihaknya memprioritaskan gunungan sampah yang ada di PLTSa Putri Cempo. Baik sampah lama mapun sampah baru dari warga Solo.
“Makanya nanti kita tindak lanjuti prioritas kita sekarang menghabiskan gunung-gunung yang ada di sini lalu kita datangkan sampah dari luar kota,” jelasnya.
Sampah di PLTSa Putri Cempo diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan produksi selama kurun waktu 5 hingga 7 tahun saja. Sehingga ke depan Kota Solo perlu melakukan impor sampah dari daerah lain.
“Tanggapan mereka (daerah sekitar) cukup baik. I<span;>ni kan menyelesaikan masalah bukan di Solo saja tapi di kota-kota lain juga,” tegasnya.







