Antusiasme Anak Muda Batang pada Kartu Zilenial, Zulkifli Gayo Ungkap Penerima Tembus 38 Ribu

oleh
oleh

BATANG, MettaNEWS – Anak muda di Kabupaten Batang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap Program Kartu Zilenial yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Program tersebut menjadi topik hangat dalam kegiatan Ngobrol Bareng “Hukum dan Ekonomi di Mata Anak Muda” yang digelar di Aula Bupati Batang, Jumat (14/2/2026) sore.

Dalam forum kepemudaan yang diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Batang, Bank Jateng, dan Solusi Indonesia itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli Gayo, memaparkan capaian terkini Program Kartu Zilenial di hadapan ratusan peserta muda.

Salah satu peserta, Almira Anita dari SMA Negeri 1 Subah, mengaku baru mendaftar Kartu Zilenial bersama teman-teman sekelasnya. Ia menyampaikan kendala yang dihadapi sebagian peserta terkait Kartu Keluarga (KK) luar Jawa Tengah.

“Kami sudah mendaftar, tapi ada yang KK luar Jateng tidak bisa. Bagaimana solusinya?” tanyanya kepada Zulkifli Gayo.

Peserta lain, Khoirunnisa, berharap Program Kartu Zilenial tidak hanya berhenti pada kepemilikan kartu dan pelatihan semata, tetapi berkelanjutan hingga mampu membuka peluang kerja dan menekan angka pengangguran di kalangan anak muda.

Menanggapi hal itu, Zulkifli Gayo menyebutkan bahwa Program Kartu Zilenial terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga awal tahun 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai sekitar 38 ribu orang, melonjak tajam dibandingkan tiga bulan sebelumnya yang masih berada di angka 11 ribu.

“Sekarang hampir 38 ribu. Tiga bulan lalu masih 11 ribu. Artinya, dalam waktu singkat kenaikannya sangat signifikan,” ujarnya.

Fasilitasi Minat dan Bakat Anak Muda

Zulkifli menegaskan, Program Kartu Zilenial dirancang untuk mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas produktif. Melalui berbagai fasilitas seperti UMKM Center, anak muda didorong mengubah hobi menjadi aktivitas bernilai ekonomi.

“Jangan hanya main game di rumah tanpa arah. Hobi itu harus bisa menghasilkan, dan itulah yang difasilitasi,” katanya.

Menurutnya, persoalan sosial seperti kecanduan judi online atau game online hingga konflik dalam keluarga bukan semata persoalan hukum, melainkan minimnya ruang positif bagi penyaluran minat dan bakat anak muda.

Karena itu, Program Kartu Zilenial tidak hanya menyasar sektor kewirausahaan, tetapi juga pendidikan dan pengembangan diri, termasuk akses Beasiswa Santri dan peluang beasiswa ke luar negeri.

“Hampir semua kabupaten dan kota sudah punya skema sesuai keberminatan anak muda, termasuk santri. Tinggal bagaimana mereka mengaksesnya,” jelasnya.

Zulkifli juga menekankan bahwa Jawa Tengah sejatinya tidak kekurangan lapangan pekerjaan. Namun, kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja dengan spesifikasi tertentu sering kali belum terpenuhi oleh lulusan lokal.

“Masalahnya bukan pada ketersediaan pekerjaan, tapi kompetensi,” tegasnya.
Melalui Kartu Zilenial, TPPD Jawa Tengah mendorong peningkatan kapasitas generasi muda lewat pelatihan berbasis kebutuhan industri dan sertifikasi, termasuk dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sertifikat saja tidak cukup tanpa penguasaan keterampilan yang aplikatif.

Dalam paparannya, Zulkifli juga menyoroti dua tantangan utama generasi muda saat ini, yakni rendahnya budaya verifikasi informasi dan lemahnya daya juang menghadapi tekanan di dunia kerja.
Ia turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai bukti bahwa kompetensi dan konsistensi menjadi kunci kesuksesan.

“Saya tidak punya orang dalam. Yang saya punya adalah kompetensi. Orang yang kompeten pasti dicari,” tandasnya.

Dengan capaian 38 ribu penerima manfaat serta perluasan akses pelatihan, beasiswa, dan jejaring kolaborasi, Program Kartu Zilenial dinilai menjadi salah satu instrumen strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Pemerintah telah membuka ruang, sementara pilihan dan keteguhan, menurut Zulkifli, ada di tangan generasi muda itu sendiri.

Selain Zulkifli Gayo, kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber lain, antara lain Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi, Kepala Kejaksaan Negeri Batang Raymond Ali, Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang Sigit Aji Pamungkas, serta local hero petani jamur beromzet Rp180 juta, Nur Adilatus Shidqiyah. Turut hadir Wakil Bupati Batang Suyono dan jajaran manajemen Bank Jateng.