Akhirnya TNI AL Punya KRI Golok, Juara Ngebut dan Berteknologi Siluman

oleh
KRI Klewang, kapal perang berteknologi siluman milik TNI AL yang kini digantikan saudara kembarnya, KRI Golok | Indonesia.go.id

PETAKA tanggal 28 September 2012. Kebakaran hebat menghanguskan salah satu aset berharga milik TNI. Kapal perang KRI Klewang yang masih dalam tahap penyelesaian, hangus tak tersisa. Hangus pula harapan TNI untuk memiliki alutsista berteknologi siluman.

KRI Klewang, diproduksi di dalam negeri oleh PT Lundin Induystry Invest. Merupakan Kapal Cepat Rudal pertama di TNI AL yang terbuat dari bahan komposit dengan lunas trimaran. Dengan desain dan bahan tersebut, kapal mampu melaju dengan kecepatan maksimal hingga 35 knot serta tak mudah terdeteksi radar alias siluman.

Sekian lama kabar sedih itu terkubur, ternyata diam-diam PT Lundin mereinkarnasi kapal serupa. KRI Golok bernomor lambung 688 resmi mulai bertugas mengawal kedaulatan wilayah Indonesia, Sabtu (21/8/2021).

Laman tni.mil.id mengabarkan, acara Shipnaming dan Launching di galangan kapal PT Lundin di Banyuwangi, dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Komandan Pangkalan Utama TNI AL V, Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi, serta sejumlah pejabat TNI AL lainnya.

Mau tahu seperti apa spesifikasinya? KRI Golok-688 adalah Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran dengan panjang seluruhnya 62,53 meter, lebar 16 meter, tinggi kapal dari draft 18,7 meter. Bobotnya tergolong ringan dibandingkan dengan ukurannya, hanya 53,1 ton alias hampir sama dengan bobot sebuah gerbong kereta api bermuatan maksimal.

KRI Golok mampu melaju dengan kecepatan 28 knot dan kecepatan jelajah 16 knot. Senjata yang melengkapi di antaranya meriam 30 mm dan senapan antimateri caliber 12,7 mm. Kabarnya, untuk senjata pamungkas, KRI Golok mengusung misil antikapal C-705 yang mampu menjangkau sasaran sejauh 120 km. Kapal ini membawa 25 awak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.