Adu Gagasan 20 Bacalon Wali Kota-Wawali dari PDIP Solo, FX Rudy Sebut Biar Lebih Dikenal Warga Solo

oleh
oleh
Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo memberikan semangat pada seluruh peserta penjaringan balon wali kota dan wakil wali kota yang mendaftar lewat PDIP Solo | dok Humas PDIP Solo

SOLO, MettaNEWS – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo memberi kesempatan pada 20 orang bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang mendaftar melalui PDIP Solo untuk adu gagasan.

Adu gagasan berlangsung di Gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Senin (3/6/2024) malam.

Pada kegiatan tersebut DPC PDIP Solo memberikan kesempatan bagi seluruh balon Wali Kota dan Wakil untuk menyampaikan ide dan gagasan yang para calon miliki.

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan pemaparan adu gagasan ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan jawaban pada anak ranting, ranting, PAC dan semua DPC dan badan maupun sayap dan departemen partai.

“Sebelumnya kita ditugasi untuk melakukan penjaringan, namun tahun ini DPC hanya ditugasi untuk membuka pendaftaran. Yang mendaftar 8 balon wali kota, 12 balon wawali. Semua berkas pendaftaran sudah kami serahkan ke DPD dan DPP. Untuk tindak lanjut dan sebagainya dari DPP partai,” kata FX. Rudy.

Rudy menyebut DPC tidak mempunyai kewenangan untuk penyaringan. Pihaknya juga sudah menjelaskan pada bacalon karena lumayan banyak yang mendaftar.

“Rekomendasinya kan hanya 2 wali kota dan wawali, sehingga yang 18 kan tidak mungkin dapat rekomendasi. Siapapun yang mendapat rekomendasi kita tegaskan pendaftar yang tidak dapat remonedasi mau mendukung atau malah ngerecokin. Kemarin sepakat untuk bergabung menjadi tim pemenangan,” tegasnya.

Rudy mengatakan penyampaian gagasan pada malam hari ini mengundang pengurus anak ranting hingga badan, sayap dan departemen partai. Juga tokoh Masyarakat, ketua LPMK, ketua PKK se kota Surakarta, organisasi di Surakarta.

“Biar mendengarkan sendiri gagasan calon-calon ini nanti. Juga akan kita kirim ke DPP Partai sehingga menjadi bahan pertimbangan. Setelah gagasan ini kita beri 2 minggu untuk mensosialisasikan diri pada masyarakat setelah itu baru kita lakukan survey bacalon yang hasilnya akan jadi bahan pertimbangan DPP,” ujarnya.

Rudy menegaskan paparan gagasan bakal calon ini bukan visi misi tapi melihat persoalan yang harus ditangani di Solo ini menurut para calon.

“Ini bukan penyampaian visi misi tapi gagasan dari bakal calon melihat persoalan yang di Solo ini dan tidak ada tanya jawab untuk para bacalon,” pungkasnya.