SOLO, MettaNEWS – Ketersediaan darah yang aman disetiap PMI merupakan suatu pemenuhan kebutuhan kesehatan. Untuk mendapatkan stok darah tersebut diperlukan adanya pendonor yang sehat. Tidak hanya orang dewasa, anak muda dengan usia diatas 17 tahun yang masih duduk di bangku sekolah pun juga berpotensi menjadi pendonor berkualitas yang jumlahnya bisa sangat besar.
Padahal manfaat dari donor darah sangatlah banyak. Selain dapat membantu yang membutuhkan, donor darah juga dapat bermanfaat bagi kesehatan pendonor. Termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, dan berbagai masalah kesehatan lain.
Bagi yang sudah melakukan donor darah terus menerus tentunya akan menemui batasan seperti usia yang tidak boleh lebih dari 65 tahun. Maka dari itu, dibutuhkan regenerasi atau generasi lanjutan dari para pendonor ini. Para anak muda pun berpotensi besar untuk menjadi generasi penerus yang berperan aktif dalam aksi kemanusiaan yang satu ini.
Sama halnya seperti yang disampaiakan Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto yang pada hari Jumat (22/4) mendatangi kegiatan donor darah di Yayasan Sekolah Kristen (YKS) Widya Wacana Solo.
Sumartono berharap para pendonor yang aktif mengikuti donor darah bisa memberi motivasi ke anak muda yang sudah berusia 17 tahun agar menjadi regenerasi pendonor di PMI yang ada, khususnya di Solo.
Kami berharap bisa memberi motivasi ke pendonornya terutama anak muda yang sudah berusia 17 tahun agar menjadi regenerasi pendonor di PMI Solo,” ucap Sumartono Hadinoto.
Tidak hanya menunggu kegiatan donor darah yang diselenggaralan di sekolah. Pihaknya berharap anak muda dapat berperan aktif sebagai pendonor di PMI Solo dalam kurun waktu dua bulan sekali.
Kondisi kesehatan anak muda yang relatif masih terjaga, berpotensi besar untuk menjadi pendonor. Sehingga akan menambah ketersediaan darah yang ada di setiap rumah sakit maupun PMI. Pentingnya kesadaran untuk menolong antar sesama, kegiatan ini diharapkan dapat terus memupuk rasa saling membantu menyelematkan kehidupan orang lain.







