Wali Kota Respati Evaluasi Fasilitas Ramah Disabilitas, Guru Pendamping Sekolah Inklusi Jadi Prioritas

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Respati Ardi berupaya mengoptimalkan layanan dan fasilitas ramah disabilitas di berbagai sektor. Evaluasi akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan guru pendamping di sekolah inklusi, akses transportasi publik, serta pembenahan fasilitas umum yang belum ramah bagi penyandang disabilitas.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pelayanan publik.

Hal itu disampaikan Respati dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2026 bertajuk “Membuka Akses, Menghapus Hambatan, Mewujudkan Kesetaraan” di Balai Kota Solo, Senin (2/11/2026).

Respati menegaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengembangkan potensi diri, bekerja, berkarya, hingga berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memperhatikan aspek aksesibilitas dalam penyediaan fasilitas maupun pelayanan publik.

“Kita komitmen di Kota Solo kota yang ramah disabilitas. Kami ingin Solo terus menjadi kota yang ramah dan inklusif. Dan pembangunan saya tekankan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Guru Pendamping Sekolah Inklusi Dievaluasi

Di sektor pendidikan, Respati menyebut pemenuhan kebutuhan guru pendamping bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kota Solo.

Menurutnya, masih terdapat sekolah inklusi yang membutuhkan tambahan tenaga pendamping. Untuk itu, Pemkot Solo akan mengevaluasi kebutuhan masing-masing sekolah agar jumlah guru pendamping dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa.

“Jadi memang masih banyak catatan, masih banyak informasi guru pendamping yang kurang. Dan nanti akan kita optimalkan guru pendamping di sekolah-sekolah inklusi. Nanti akan kita awasi dan jumlahnya akan kita sesuaikan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu sekolah inklusi memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal bagi anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Akses Transportasi Publik Jadi Perhatian

Selain pendidikan, Pemkot Solo juga akan meninjau kembali fasilitas umum, terutama akses transportasi publik bagi penyandang disabilitas.

Respati mengatakan, sejumlah masukan dari masyarakat mengenai akses halte dan fasilitas publik lainnya akan menjadi bahan evaluasi. Pemkot akan memetakan lokasi-lokasi strategis yang perlu segera dibenahi berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas.

“Iya ini banyak masukan terkait transportasi publik, di halte dan lain-lain. Nah ini kita review ulang mana saja tempat-tempat sentral yang harus segera kita benahi untuk rekan-rekan disabilitas,” tuturnya.

Menurut Respati, aksesibilitas menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif. Fasilitas yang tersedia harus dapat digunakan seluruh masyarakat tanpa menimbulkan hambatan bagi penyandang disabilitas.

Ia juga menyoroti masih adanya jalur fasilitas umum yang mengganggu mobilitas penyandang disabilitas. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani agar fasilitas yang semestinya mendukung aksesibilitas dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

“Jalur yang mengganggu akses disabilitas nanti akan kita tertibkan,” imbuhnya.

Melalui evaluasi dan pembenahan tersebut, Pemkot Solo berupaya memperkuat komitmen mewujudkan kota yang ramah disabilitas. Perbaikan layanan pendidikan, transportasi publik, dan fasilitas umum diharapkan dapat memperluas akses serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga untuk beraktivitas dan berpartisipasi dalam kehidupan kota.