CHINA, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menandatangani kerja sama sister city atau kota kembar antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dan Pemerintah Kota Xi’an, China. Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari pariwisata, budaya, sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi dan perdagangan, hingga pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Kerja sama ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kedua kota sekaligus membuka peluang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Respati mengatakan, kemitraan Solo-Xi’an akan dikembangkan melalui komunikasi berkelanjutan, kunjungan timbal balik, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman di berbagai sektor.
Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi kesempatan bagi Solo untuk memperluas hubungan internasional sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui kerja sama dengan kota di China yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya.
“Ini sangat berarti bagi kami, bagi pemerintahan Indonesia, khususnya bagi pemerintahan Surakarta. Kita harus memperkuat perjanjian antara Surakarta dan Xi’an. Dan kami berharap, ini bisa menjadi perhubungan yang baik antara Solo dan Xi’an. Kami bekerja sama mulai dari pertukaran pelajar, bertukaran budaya, hingga memperkuat sektor ekonomi,” ujarnya.
Bidik Peningkatan Kunjungan Wisatawan China
Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut adalah pariwisata. Respati berharap hubungan dengan Xi’an dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dari China, khususnya dari kota tersebut, ke Surakarta.
Solo memiliki potensi wisata berbasis budaya dan sejarah yang dapat diperkenalkan lebih luas kepada wisatawan mancanegara. Potensi tersebut antara lain tradisi lokal, kawasan bersejarah, serta berbagai kegiatan budaya yang menjadi identitas Kota Bengawan.
Respati menilai kolaborasi antarkota dapat menjadi sarana untuk saling mempromosikan destinasi wisata sekaligus memperluas jangkauan pasar pariwisata.
“Kami berharap wisatawan-wisatawan dari China dan Xi’an bisa datang ke Surakarta dan menikmati wisata Surakarta. Dan kami memiliki pariwisata khusus di Surakarta, wisata budaya khusus, dan kami berharap antara kedua kota bisa berkolaborasi,” jelasnya.
Melalui kerja sama ini, Pemkot Solo diharapkan dapat memperkuat promosi wisata budaya dan membangun jejaring dengan pelaku pariwisata di Xi’an. Peningkatan kunjungan wisatawan juga berpotensi memberikan dampak bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta pelaku usaha lokal.
Pertukaran Pelajar hingga Pengembangan SDM
Selain pariwisata, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu bidang yang diharapkan dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Respati menyebut kerja sama Solo-Xi’an membuka peluang pertukaran pelajar dan budaya, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru.
Ia juga berharap kemitraan tersebut dapat membuka peluang bagi warga Solo untuk bekerja di Xi’an melalui skema kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Penguatan hubungan pendidikan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelajar, tetapi juga meningkatkan kapasitas SDM melalui pertukaran pengalaman, pengembangan keterampilan, dan pengenalan teknologi.
Kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi bagian dari kesepakatan kedua kota. Bidang ini berpotensi membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengembangan inovasi untuk mendukung pembangunan perkotaan.
Buka Peluang Investasi dan Perdagangan
Respati turut mendorong agar kesepakatan sister city tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan. Salah satu peluang yang ingin dijajaki adalah investasi dari China ke Indonesia, khususnya di Kota Solo.
Menurutnya, hubungan antarkota perlu memberikan manfaat yang nyata melalui peluang usaha, pengembangan perdagangan, serta kerja sama di sektor-sektor potensial.
“Kami berharap kolaborasi ini dengan keuntungan dapat memperkuat sektor ekonomi dan memperkuat sektor pendidikan. Lalu yang istimewa adalah medis China tradisional. Kami berharap dapat berkolaborasi di Surakarta dan membuat investasi dari China ke Indonesia,” imbuhnya.
Selain ekonomi dan pendidikan, Respati juga menyoroti potensi kerja sama di bidang pengobatan tradisional China. Peluang tersebut diharapkan dapat dijajaki lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan, regulasi, dan ketentuan yang berlaku.
Dengan cakupan kerja sama yang meliputi berbagai sektor, kemitraan Solo-Xi’an diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Kunjungan timbal balik, komunikasi aktif, dan penyusunan program lanjutan menjadi langkah penting agar hubungan kedua kota dapat menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.
Bagi Kota Solo, kerja sama ini menjadi peluang untuk memperluas jejaring internasional, memperkenalkan kekayaan budaya daerah, meningkatkan kualitas SDM, serta membuka ruang pertumbuhan ekonomi dan investasi.








