PMI Solo Latih 168 Anak TK Siaga Bencana, dari Gempa hingga Kebakaran

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta mengenalkan edukasi kebencanaan kepada anak-anak sejak usia dini melalui kegiatan emergency drilling di Taman Kanak-Kanak Islam Unggulan (TKIU) Al Khoir Surakarta, Rabu (21/10/2026). Sebanyak 168 anak mengikuti kegiatan tersebut untuk mengenal risiko bencana dan mempelajari langkah dasar menyelamatkan diri dalam situasi darurat.

Peserta terdiri atas anak-anak kelompok penitipan anak, kelompok bermain, TK A, dan TK B. Materi disampaikan melalui simulasi dan praktik sederhana yang dirancang agar mudah dipahami serta menyenangkan bagi anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, PMI Kota Surakarta memberikan edukasi mengenai tanggap bencana gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Anak-anak juga diperkenalkan dengan cara memadamkan api serta fungsi dan peran ambulans PMI dalam pelayanan kemanusiaan.

Melalui praktik langsung, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal berbagai jenis bencana, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan mengetahui tindakan dasar yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Edukasi kebencanaan sejak dini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran anak terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar. Dengan pengenalan yang sesuai usia, anak-anak diharapkan lebih siap menghadapi situasi darurat tanpa mengabaikan arahan guru maupun orang dewasa.

TKIU Al Khoir Harapkan Pelatihan Berkelanjutan

Kepala Sekolah TKIU Al Khoir Surakarta, Arumi Martyastuti, menyambut baik kegiatan edukasi yang diberikan PMI Kota Surakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan memberikan pengetahuan bermanfaat bagi anak-anak, khususnya terkait kebencanaan dan keselamatan.

“Harapannya, semoga PMI Kota Surakarta bisa memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat, terutama dalam bidang edukasi. Semoga juga bisa terjalin kerja sama kembali antara PMI Kota Surakarta dengan TKIU Al Khoir untuk pelatihan P3K dan dokter kecil,” ungkap Arumi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan melalui kerja sama antara PMI dan pihak sekolah. Selain edukasi kebencanaan, pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan program dokter kecil dinilai dapat memperluas pengetahuan anak mengenai kesehatan dan keselamatan.

Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan PMI menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan keterampilan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Materi dapat diberikan secara bertahap sesuai usia dan kebutuhan peserta didik.

Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Dini

PMI Kota Surakarta terus berupaya memperluas edukasi kebencanaan dan pertolongan pertama melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan.

Kegiatan emergency drilling di TKIU Al Khoir menjadi bagian dari upaya menanamkan kesiapsiagaan sejak usia dini. Pengenalan terhadap gempa bumi, banjir, dan kebakaran diharapkan membantu anak memahami potensi risiko serta pentingnya mengikuti prosedur keselamatan.

Selain memberikan pengetahuan dasar, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, PMI Kota Surakarta berharap semakin banyak anak dan warga sekolah yang memiliki pemahaman mengenai tindakan awal saat menghadapi situasi darurat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana, dimulai dari lingkungan pendidikan dan pembiasaan sejak dini.