SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat kebakaran di lingkungan kampus melalui pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan yang digelar Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) UMS tersebut menyasar personel Satuan Tugas Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (Satgas K3L) serta satuan pengamanan (Satpam).
Pelatihan berlangsung di Lapangan Kampus 2 UMS, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel dalam melakukan penanganan awal kebakaran sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan kerja di lingkungan kampus.
Direktur DASP UMS, Taufiq Hidayat, S.E., mengatakan keselamatan seluruh sivitas akademika menjadi perhatian penting bagi universitas. Karena itu, peningkatan kemampuan personel yang bertugas di bidang keselamatan dan keamanan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“UMS sangat konsen terhadap keselamatan karyawannya. Oleh karena itu, kita perlu terus-menerus memperbaiki diri dan memperbarui pengetahuan terkait keselamatan kerja. Personel K3L dan Satpam sebagai garda terdepan harus paham betul tindakan pertama yang wajib dilakukan saat terjadi insiden darurat,” ujarnya.
Menurut Taufiq, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan (K3L) akan dilaksanakan secara berkala dengan materi yang disesuaikan dengan berbagai potensi risiko di area kampus.
Materi lanjutan yang direncanakan antara lain penanganan gangguan kelistrikan, prosedur evakuasi keadaan darurat, hingga kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Dengan pelatihan berkelanjutan tersebut, UMS berharap personel di setiap unit semakin siap menghadapi berbagai situasi darurat serta mampu menjalankan prosedur keselamatan secara tepat.
Peserta Diajari Teknik Dasar Pemadaman Api
Dalam pelatihan tersebut, instruktur Hari Sarwadi memberikan penjelasan mengenai teknik dan prosedur dasar pemadaman api. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan ketika menghadapi percikan api pada tahap awal.
“Hal paling utama adalah jangan panik. Ambil APAR terdekat, perhatikan indikator tekanan gas nitrogennya, dan bawa tabung dengan cara dipanggul agar memudahkan pergerakan,” jelasnya.
Hari juga menjelaskan sejumlah hal teknis yang perlu diperhatikan saat menggunakan APAR. Di antaranya, memastikan arah angin agar serbuk atau media pemadam tidak berbalik mengenai wajah, serta memegang ujung selang untuk mengarahkan semprotan ke sumber api.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pemeriksaan kondisi tabung dan cara memastikan peralatan dapat digunakan sesuai prosedur.
Pelatihan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian teori, tetapi juga dilengkapi simulasi agar peserta dapat memahami penerapan teknik pemadaman secara langsung.
Dua Sesi Simulasi Pemadaman Kebakaran
Rangkaian pelatihan dibagi menjadi dua sesi praktik. Pada sesi pertama, peserta mempelajari teknik pemadaman api menggunakan alat sederhana berupa kain atau karung goni tebal yang dibasahi air.
Teknik tersebut dilakukan dengan menutup titik api untuk membatasi pasokan oksigen. Praktik ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai salah satu metode penanganan awal kebakaran dalam kondisi yang sesuai dan aman.
Pada sesi kedua, peserta yang dibagi ke dalam beberapa kelompok berkesempatan mempraktikkan penggunaan APAR jenis dry chemical powder atau serbuk kimia kering.
Peserta berlatih mulai dari melepas pin pengaman, menguji pancaran media pemadam, hingga mengarahkan semprotan ke pangkal api dari jarak aman.
Melalui simulasi tersebut, peserta diharapkan semakin memahami tahapan penggunaan APAR serta mampu menerapkannya dengan memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
DASP UMS berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan Satgas K3L dan Satpam dalam menghadapi potensi kebakaran. Kemampuan melakukan penanganan awal secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur diharapkan mampu mengurangi risiko serta mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman bagi seluruh sivitas akademika.








