Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Warga Griya Peduli PMI Solo Jalan Sehat dengan Penuh Semangat

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan jalan sehat yang diikuti warga Griya Peduli PMI Kota Surakarta, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day yang diperingati setiap 10 Oktober.

Para warga Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Disabilitas Mental Griya Peduli PMI Kota Surakarta mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain menjaga kebugaran fisik, jalan sehat tersebut menjadi sarana rekreasi, membangun kebersamaan, serta memberikan kesempatan kepada warga untuk menikmati suasana di luar lingkungan griya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PMI Kota Surakarta dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh kepada warga Griya Peduli, dengan memperhatikan aspek kesehatan fisik sekaligus kesejahteraan psikososial.

Kepala LKS Griya Peduli PMI Kota Surakarta, Eni Wulandari, mengatakan kegiatan jalan sehat tidak sekadar menjadi agenda peringatan tahunan, tetapi juga bagian dari pendampingan untuk mendukung kesejahteraan warga.

“Selain untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, kegiatan jalan sehat ini juga bertujuan menjaga kesehatan fisik sekaligus memberikan kesempatan kepada para warga untuk berekreasi dan menikmati suasana di luar lingkungan griya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membantu meningkatkan semangat, kebugaran, dan kesejahteraan mereka,” jelas Eni Wulandari.

Menurutnya, kegiatan positif yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung proses pemulihan warga, meningkatkan rasa percaya diri, serta membantu mereka membangun kembali interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.

Dukungan Lingkungan Penting untuk Pemulihan

Eni berharap kondisi kesehatan mental para warga semakin membaik melalui pendampingan yang berkelanjutan. Dengan dukungan yang tepat, mereka diharapkan memiliki kesempatan untuk kembali beradaptasi dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.

“Kami berharap para warga semakin membaik kondisi kesehatan mentalnya, semakin percaya diri, dan pada waktunya dapat kembali menjalani kehidupan sosial di tengah masyarakat. Dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat sangat penting untuk membantu proses pemulihan mereka,” pungkasnya.

Ia menekankan bahwa proses pemulihan tidak hanya membutuhkan pendampingan dari lembaga, tetapi juga dukungan keluarga dan penerimaan masyarakat. Lingkungan yang positif dan inklusif menjadi salah satu faktor penting agar penyandang disabilitas mental dapat menjalani kehidupan dengan lebih bermartabat.

Momentum Menghapus Stigma Kesehatan Mental

Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026 mengangkat tema “Lived experiences heard: real voices, real change”, yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata orang-orang yang hidup dengan persoalan kesehatan mental sebagai bagian dari upaya mewujudkan perubahan yang bermakna.

Melalui kegiatan jalan sehat ini, PMI Kota Surakarta mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan mental dan memahami pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas mental. Mereka perlu mendapatkan penghormatan terhadap martabat dan haknya, sekaligus kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui pendekatan kemanusiaan yang mengedepankan kepedulian, kebersamaan, dan inklusivitas, Griya Peduli PMI Kota Surakarta berharap masyarakat semakin terbuka dalam menerima dan mendukung penyandang disabilitas mental.

Jalan sehat ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan penanganan dan pemulihan, tetapi juga tentang menghadirkan ruang bagi setiap individu untuk bergerak, berinteraksi, membangun kepercayaan diri, dan merasakan kebersamaan.