Sekda Jateng Sumarno Ajak Perguruan Tinggi Bangun Integritas Lewat Olahraga

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS — Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengajak perguruan tinggi menjadikan olahraga sebagai sarana membangun integritas, kejujuran, sekaligus memperkuat kolaborasi untuk memajukan pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

Pesan tersebut disampaikan Sumarno saat membuka Turnamen Tenis Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah di Lapangan Tenis Kantor LLDIKTI Wilayah VI, Semarang, Jumat (28/8/2026).

Menurut Sumarno, olahraga tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan dan mendorong pola hidup sehat. Lebih dari itu, aktivitas olahraga dapat menjadi media pembentukan karakter, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran dan integritas.

“Kami menyambut baik kegiatan pertandingan tenis yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Ini juga bagian dari upaya Pemprov Jateng untuk menjaga kesehatan masyarakat,” kata Sumarno.

Ia menilai turnamen tenis juga memiliki nilai strategis karena mempertemukan berbagai pihak dari lingkungan perguruan tinggi. Interaksi yang terbangun diharapkan dapat memperkuat komunikasi, jejaring, dan kolaborasi antarkampus.

“Ini bagian juga karena berinteraksi untuk menyatukan kolaborasi. Seperti yang Pak Gubernur sampaikan, kita harus berkolaborasi sehingga perguruan tinggi harus disatukan, bagaimana menyatukan langkah sehingga membawa kemajuan pendidikan tinggi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Olahraga Jadi Media Membangun Integritas

Dalam sambutannya, Sumarno menekankan bahwa olahraga memiliki nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah kejujuran.

Sumarno menyampaikan, kejujuran dalam olahraga tidak hanya menyangkut sikap kepada lawan atau orang lain, tetapi juga kejujuran terhadap diri sendiri.

“Integritas manusia itu bisa dibangun dari olahraga. Karena apa? Kejujuran. Di olahraga, kejujurannya itu tidak hanya kejujuran pada orang lain, tetapi kejujuran pada diri kita sendiri,” tegasnya.

Nilai tersebut, lanjut Sumarno, dapat menjadi bekal penting ketika seseorang menjalankan tugas dan tanggung jawab di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas bukan semata-mata persoalan yang harus dimiliki aparatur sipil negara (ASN). Setiap orang memiliki amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik.

“Kita kalau ngomong tentang integritas, mungkin masyarakat tahunya integritas itu berlaku untuk aparatur sipil negara. Tidak. Integritas itu utamanya dengan amanah. Kita semua di dunia mana pun pasti punya amanah. Kita bisa menjalankan amanah dengan baik, itu adalah bentuk integritas,” jelasnya.

Turnamen Tenis Diikuti 150 Peserta

Ketua Panitia Turnamen Tenis LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Adhrial Refaddin, mengatakan turnamen berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta atau 75 pasangan dari LLDIKTI Wilayah VI dan perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah. Sebanyak 23 perguruan tinggi mengirimkan delegasinya.

Pertandingan dibagi dalam empat kategori, yakni ganda 80 tahun, ganda akumulasi 90 tahun, ganda 100 tahun, serta kategori ganda eksekutif yang baru diperkenalkan pada penyelenggaraan tahun ini.

Adhrial mengatakan seluruh pertandingan akan mengedepankan sportivitas dan fair play.

“Insya Allah seluruh rangkaian pertandingan akan dilaksanakan dengan mengedepankan ketertiban, sportivitas, dan fair play,” katanya.

Ia menyebut turnamen tersebut menjadi penyelenggaraan edisi pertama setelah vakum selama tujuh tahun. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari referee, perangkat pertandingan, perguruan tinggi hingga berbagai pihak pendukung lainnya.

“Kami sangat menyadari bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan edisi pertama setelah tujuh tahun ini masih terdapat berbagai kekurangan,” ujarnya.

Jadi Ajang Guyub Perguruan Tinggi

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi mengatakan turnamen tenis tersebut bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang.

Prof Aisyah menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mempererat kebersamaan dan silaturahmi di antara perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah setelah tujuh tahun tidak digelar.

“Kita menunggu tujuh tahun ini untuk guyub bareng. Pertandingan ini bukan hanya untuk mencari pemenang. Kalau pun kalah, apalagi kalau dikasih skor nol, tetap tersenyum. Yang penting bahagia, yang penting sehat,” kata Aisyah.

Ia berharap suasana santai dan interaksi antarpeserta selama turnamen dapat melahirkan berbagai gagasan baru untuk pengembangan pendidikan tinggi.

“Di antara waktu istirahat dan waktu santai akan muncul ide-ide yang luar biasa untuk meningkatkan jejaring dan kemudian ada kolaborasi. Ide-ide yang keluar dari turnamen ini nantinya akan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dosen Unisbank: Wonderful Thing, Keren Banget

Antusiasme juga disampaikan Ajeng, dosen Unisbank yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi atas penyelenggaraan turnamen yang dinilainya mampu menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus kompetisi yang positif.

“Wonderful thing, keren banget,” ujar Ajeng, pengajar digital marketing, usai mengikuti pertandingan eksibisi.

Dalam kesempatan tersebut, Sumarno juga turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi. Ia berpasangan dengan Prof Agus yang mewakili Rektor Undip.

Pasangan tersebut bertanding melawan pasangan Rektor Unimus Prof Masrukhi dan Rektor Upgris Sapto Budoyo. Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang.

Turnamen tenis LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah pun diharapkan tidak berhenti sebagai ajang olahraga semata, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, menumbuhkan integritas, serta membuka peluang kolaborasi baru antarperguruan tinggi demi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Tengah.