CILACAP, MettaNEWS – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Rabu (15/7/2026), berlangsung berbeda. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen tidak hanya memberikan motivasi kepada para siswa, tetapi juga menghadiahkan empat unit sepeda kepada pelajar yang aktif berdialog dengannya.
Kunjungan yang semula bertujuan meninjau kondisi sekolah terkait laporan kekurangan tenaga pendidik itu berubah menjadi momen penuh kehangatan. Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, memilih turun dari panggung dan mengajak para siswa berbincang santai mengenai cita-cita mereka.
Satu per satu siswa menceritakan impian mereka, mulai dari ingin menjadi pramugari, perawat, penerjemah bahasa Jepang, hingga dosen. Menanggapi hal itu, Gus Yasin mengingatkan bahwa setiap cita-cita harus dibarengi dengan perencanaan yang matang.
“Kalau sudah punya cita-cita, road map-nya harus dibuat. Cari tahu apa yang harus dipelajari, keterampilannya apa, lalu dicicil satu per satu,” ujarnya.
Suasana semakin cair ketika Gus Yasin bertanya siapa yang ingin menjadi wakil gubernur. Seluruh siswa kompak mengacungkan tangan, sehingga mengundang tawa.
“Lho, kok semuanya mau jadi wakil gubernur?” katanya, disambut gelak tawa para siswa.
Keceriaan bertambah saat empat siswa yang berani menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah sepeda. Setelah mengetahui jarak rumah mereka ke sekolah hanya sekitar dua hingga tiga kilometer, Gus Yasin berpesan agar hadiah tersebut dimanfaatkan sebagai sarana transportasi ke sekolah.
“Nanti ke sekolah naik sepeda ya. Saya kirim sepedanya. Belum punya SIM kan? Naik sepeda saja,” pesannya.
Salah seorang penerima hadiah, Siti Aulia Agustin, mengaku terkejut sekaligus bahagia mendapat sepeda dari Wakil Gubernur Jawa Tengah.
“Sangat senang, bahagia banget. Pokoknya tidak bisa diungkapkan lagi. Semoga Pak Wakil Gubernur selalu semangat dan semoga Cilacap semakin maju,” ujarnya.
Di balik suasana penuh keakraban tersebut, Gus Yasin menegaskan tujuan utama kunjungannya adalah menindaklanjuti laporan mengenai kekurangan guru di SMAN 1 Dayeuhluhur.
Menurutnya, persoalan itu akan segera dikoordinasikan dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyumas agar kebutuhan tenaga pendidik dapat segera dipenuhi.
“Saya mendapatkan informasi gurunya masih kurang. Nanti kita koordinasikan dengan Cabang Dinas Pendidikan agar kebutuhan guru di SMA Negeri 1 Dayeuhluhur segera terpenuhi,” katanya.
Ia berharap, terpenuhinya kebutuhan guru akan meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga para siswa dapat lebih fokus mempersiapkan diri untuk meraih cita-cita yang mereka impikan.








