SOLO, MettaNEWS – Tradisi sakral malam 1 Suro kembali akan mewarnai Kota Solo pada Selasa malam (16/6/2026). Dua pusat budaya Jawa, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran, dijadwalkan menggelar kirab pusaka secara serentak pada hari yang sama dengan rute dan waktu pelaksanaan yang berbeda.
Juru bicara penanggung jawab Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan atau yang akrab disapa Kanjeng Pakoenegoro, mengatakan persiapan kirab pusaka telah dilakukan dan pelaksanaannya akan berlangsung bersama Kementerian Kebudayaan.
“Prinsipnya Selasa malam. Waktunya belum tahu, karena mengikuti dinamika di lapangan nanti. Bisa pukul 23.30 WIB, bisa agak malam sekitar jam 1 dini hari, atau jam 2 dini hari. Yang jelas malam, Selasa malam menjelang Rabu,” ujar Pakoenegoro di Solo, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, komunikasi dengan pihak Pakubuwono XIV Purbaya telah dilakukan dalam sejumlah rapat bersama Kementerian Kebudayaan. Ia menegaskan posisinya tetap netral dalam pelaksanaan agenda budaya tersebut.
“Gusti Tedjowulan ini netral, berada di tengah. Bukan Gusti Tedjowulan yang mengadakan, ini keraton yang punya gawe,” tegasnya.
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan menggelar Hajad Dalem Kirab Pusaka Malam 1 Sura tahun Jawa BE 1960 pada Selasa (16/6/2026) tepat pukul 00.00 WIB hingga Rabu (17/6/2026) dini hari.
“Kami menyiapkan 5 kebo Kiai Slamet sebagai cucuk lampah kirab,” kata Rumbai
Sementara itu, Pura Mangkunegaran juga akan menggelar Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Sura pada hari yang sama. Prosesi dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB dengan melibatkan sekitar 2.500 peserta.
Rute kirab akan dimulai dari Pura Mangkunegaran menuju kawasan Ngarsopuro, kemudian melintasi Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, kembali ke Ngarsopuro melalui Jalan Diponegoro, dan berakhir di Pura Mangkunegaran.
Ketua penyelenggara Kirab Pusaka Malam 1 Sura Pura Mangkunegaran, G.Raj Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura, menjelaskan bahwa malam 1 Sura memiliki makna spiritual yang mendalam dalam tradisi Jawa.
“1 Sura adalah malam yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai ruang hening. Waktu melepaskan yang telah lewat (Atita), hadir sepenuhnya di saat ini (Atiki), dan menyambut yang akan datang (Anagata),” ungkapnya.
Pura Mangkunegaran juga mengundang sekitar 10.000 warga untuk menyaksikan langsung prosesi kirab. Masyarakat dapat berkumpul di halaman depan Pura Mangkunegaran maupun kawasan Pamedan untuk mengikuti jalannya tradisi tahunan tersebut.
Terkait pusaka yang akan dikirabkan, Gusti Sura menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan Pura Mangkunegaran.
“Untuk pusaka yang akan dikeluarkan, kami masih menunggu perintah dari Kanjeng Gusti,” tuturnya.
Humas Pura Mangkunegaran Retno Wulandari menambahkan, Pura Mangkunegaran tidak menjual tiket kirab.
“Tidak ada tiket kirab pusaka 1 suro Pura Mangkunegaran yang kita jual, semua tamu VIP adalah murni undangan dari Pura,” imbuhnya.








