SEMARANG, MettaNEWS – Di tengah tekanan fiskal nasional dan ketidakpastian geopolitik global, arus investasi ke Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif.
Hal itu ditandai dengan peresmian 23 Semarang Shopping Center serta groundbreaking Hyatt Place di kawasan Pearl of Java (POJ) City, Semarang, oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sabtu (13/6/2026).
Gubernur Luthfi menyatakan kehadiran pusat perbelanjaan modern berkonsep ekonomi hijau tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah sebagai destinasi investasi yang aman, nyaman, dan prospektif.
“Yang menjadi poin penting hari ini adalah di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita masih mampu menghadirkan investasi. Itu menunjukkan bahwa Jawa Tengah dipercaya oleh para investor,” kata Luthfi usai peresmian.
Ia menjelaskan, kepercayaan menjadi faktor utama dalam menarik investasi. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.
Selain itu, keberadaan kawasan industri yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Semarang, Kendal, Batang, Demak, dan daerah lainnya turut menjadi daya tarik bagi investor. Saat ini, Jawa Tengah juga tengah mendorong pengembangan kawasan industri baru di berbagai kabupaten dan kota.
“Kami terus membangun citra Jawa Tengah sebagai provinsi yang menarik bagi investasi nasional maupun internasional. Saat ini sudah ada 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang diajukan,” urainya.
Luthfi menilai, 23 Semarang Shopping Center tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan baru, tetapi juga menghadirkan model investasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Bangunan tersebut mengadopsi konsep ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, urban garden, serta ruang terbuka hijau.
Menurutnya, investasi yang menerapkan prinsip ekonomi hijau akan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, termasuk dalam bentuk insentif pajak.
“Saya tertarik karena mal ini didesain menggunakan energi terbarukan. Untuk investasi yang menerapkan energi terbarukan, Jawa Tengah memberikan insentif pajak. Ini menjadi langkah agar investasi hijau tumbuh dan menjadi gaya baru investasi di daerah kita,” jelasnya.
Keberadaan proyek tersebut juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selain menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja, pusat perbelanjaan yang berada di kawasan strategis dekat Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang itu diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Luthfi menegaskan, setiap investasi yang masuk ke Jawa Tengah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor UMKM.
“Investasi harus berdampak pada masyarakat. Karena itu, kami selalu menghubungkan investasi dengan UMKM agar hilirisasi berjalan dan manfaat ekonominya dirasakan lebih luas. Ini juga merupakan investasi padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja,” tegasnya.
Peresmian 23 Semarang Shopping Center dan dimulainya pembangunan Hyatt Place menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus tujuan investasi unggulan di Indonesia, meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi global.








