Pimpin Bersih Sungai Anak Kali Pepe, Wali Kota Solo Temukan Popok Bekas dan Jeroan Ternak

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS  – Wali Kota Surakarta Respati Ardi memimpin kegiatan bersih-bersih Sungai Anak Kali Pepe dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ia menemukan berbagai jenis sampah yang mencemari aliran sungai, mulai dari popok bekas hingga jeroan hewan ternak.

Aksi bersih sungai melibatkan jajaran Pemerintah Kota Surakarta, komunitas peduli sungai, relawan lingkungan, serta unsur TNI dan Polri.

Respati turun langsung menyusuri aliran sungai untuk melihat kondisi lingkungan sekaligus mengangkat sampah yang mencemari perairan.

Saat meninjau lokasi, ia mengaku prihatin masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai. Selain popok bekas, ditemukan pula limbah berupa gajih dan babat atau jeroan ternak yang berpotensi mencemari lingkungan dan memicu berbagai persoalan, termasuk banjir.

“Tadi menemukan gajih, babat dan popok bekas. Harusnya ini tidak boleh terjadi. Masyarakat memang perlu tahu wawasan lingkungan mana saja yang dapat merusak dan tidak. Saya pikir kita sudah terlalu jahat sama bumi. Kita sekarang harus membiasakan menyayangi semesta kita,” kata Respati di sela kegiatan.

Permasalahan sampah, lanjutnya, tidak bisa diselesaikan hanya dengan kegiatan pembersihan sesaat. Diperlukan perubahan perilaku masyarakat, sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, serta penegakan aturan yang tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Respati juga menerima berbagai masukan dari petugas kebersihan dan relawan lingkungan terkait penanganan sampah dari hulu hingga hilir.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah perlunya jadwal pengangkutan sampah organik dan anorganik yang lebih teratur agar masyarakat memiliki alternatif selain membuang sampah sembarangan.

“Banyak masukan dari petugas kebersihan langsung yang berkomunikasi dengan warga. Memang harus ada jadwal pengambilan sampah anorganik dan organik, itu kuncinya. Dan sanksi yang tegas bagi pencemar lingkungan,” terangnya.

Respati berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Ia menegaskan bahwa perang melawan sampah harus terus digelorakan demi mewariskan lingkungan yang sehat kepada generasi mendatang.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tindakan sosial, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual yang sejalan dengan ajaran berbagai agama dan kearifan lokal.

“Ini adalah gerakan spiritual dan ibadah dalam rangka menyayangi lingkungan hidup. Kita meyakini seluruh kepercayaan mengajarkan hal baik, mengajarkan tentang mencintai bumi, lingkungan dan semesta,” katanya.

Ia juga mengingatkan filosofi Jawa yang menempatkan bumi sebagai bagian penting dari kehidupan manusia. Karena itu, upaya menjaga lingkungan harus menjadi kesadaran kolektif seluruh masyarakat.

“Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup ini saya ingatkan lagi ke seluruh jajaran bahwa saat ini kita sepakat negara perang melawan sampah. Diharapkan kita bisa menang sehingga tidak meninggalkan warisan sampah kepada anak cucu kita,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Respati turut menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan komunitas lingkungan yang selama ini aktif menjaga kebersihan sungai dan kelestarian alam di Kota Solo.

“Saya mengapresiasi Komunitas Peduli Sungai. Saya yakin hal-hal baik akan berpihak kepada para relawan karena sudah menyayangi semesta kita,” tandasnya.