Polresta Surakarta Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026, Warga Diajak Nonton Bareng di Mapolresta dan Polsek

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Menyambut bergulirnya ajang sepak bola terbesar di dunia, Polresta Surakarta berencana menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 secara gratis bagi masyarakat Kota Surakarta.

Kegiatan nobar akan dilaksanakan secara terbuka di halaman Mapolresta Surakarta maupun di kantor-kantor Polsek jajaran. Melalui kegiatan tersebut, warga dapat menikmati pertandingan sepak bola dunia bersama sekaligus mempererat kebersamaan dengan jajaran kepolisian.

Sebagaimana diketahui, TVRI telah resmi memegang hak siar seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan ditayangkan melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Kapolresta Surakarta Catur Cahyono Wibowo melalui Kasi Humas Lingga Ramadhani mengatakan kegiatan nobar terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya.

“Warga Surakarta dipersilakan datang untuk menyaksikan pertandingan bersama di Polresta maupun Polsek jajaran,” jelas AKP Lingga Ramadhani, Jumat (5/6/2026).

Meski demikian, pihaknya masih akan menentukan pertandingan yang akan ditayangkan dalam agenda nobar. Pasalnya, sebagian besar laga Piala Dunia 2026 berlangsung pada dini hari waktu Indonesia.

“Mungkin pertandingan tertentu saja yang akan kami gelar nobar karena banyak pertandingannya berlangsung dini hari. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut kepada masyarakat,” tuturnya.

Menurut Lingga, kegiatan nobar tidak sekadar menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah membangun komunikasi yang lebih dekat antara Polri dan warga.

“Tujuannya tidak lain untuk menjalin silaturahmi dan semakin mendekatkan kepolisian dengan masyarakat,” ungkapnya.

Piala Dunia FIFA 2026  akan menjadi turnamen yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut digelar di tiga negara sekaligus, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Turnamen akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya diikuti 32 tim nasional.

Dengan bertambahnya jumlah peserta dan perubahan format kompetisi, persaingan diprediksi akan semakin ketat dan menarik. Selain dua tim terbaik dari setiap grup, sejumlah tim peringkat ketiga terbaik juga berkesempatan melaju ke fase gugur.