SOLO, Metta NEWS – Partguyuban UMKM Solo (PUS) membagikan sekitar 400 takjil pada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di depan Pasar Antik Ngarsopuro.
Meskipun belum ada setahun berdiri, paguyuban UMKM Solo yang mempunyai motto maju bareng sukses bareng ini terus mewujudkan bagaimana membentuk komunitas yang santai dan tetap dapat pemasukan.
Ketua Partguyuban UMKM Solo Iman Santos menjelaskan awalnya paguyuban UMKM ini hanya beranggotakan pelaku usaha kecil dari Kota Solo. Seiring berjalannya waktu dengan aktifnya kegiatan komunitas membuat UKM di sekitar Solo tertarik untuk bergabung.
“PUS ini sifatnya tidak terafiliasi dengan dinas jadi bebas dan mandiri, makanya prinsip kita adalah gotong royong, di sengkuyung bareng,” tutur Iman pada kegiatan pembagian takjil gratis di depan Pasar Triwindu Ngarsopuro, Jumat (8/4/2022).
Iman mengungkapkan total ada 300 anggota pelaku UMKM di Surakarta mulai dari UKM kuliner, craft, MUA, media kreatif, EO dan WO.
“Kemarin ada sertifikasi halal. Kita kumpulkan tanpa biaya dan ada orang yang bisa mendampingi untuk mendapatkan sertifikasi halal sampai selesai. Kenapa harus didampingi karena ada 40 dokumen yang harus masuk untuk daftar sertifikasi halal,” ujarnya.
Dari pendampingan tersebut, Iman menuturkan keluar 29 sertifikat halal bagi anggota PUS dan untuk angkatan kedua sudah ada 80 UMKM yang mendaftar pengajuan sertifikasi halal.
“Paguyuban UMKM kami membuat yang belum ada dan terus didampingi. Seperti ibu-ibu rumah tangga yang punya keahlian kita dampingi mentor agar bisa buka usaha, pemasaran, packaging dan menjadi pelaku UKM baru,” jelasnya.

Sebanyak 400 takjil dari 40 pelaku UMKM ini, Iman berharap bisa semakin memupuk kepedulian antar sesama.
“Selain itu juga untuk promosi, semua produk takjil yang dibagikan harus ditempeli stiker usaha,” tandasnya.
Sementara itu pembagian takjil yang dimulai pada pukul 16.30 WIB ini langsung diserbu oleh pengguna jalan, tukang parkir, pengemudi becak dan warga yang melintas.
Salah seorang pengemudi becak yang biasa mangkal di Ngarsopuro, Jaswadi (53 tahun) mengaku merasa terbantu dengan adanya pembagian takjil dari para dermawan selama bulan Ramadan ini.
“Pas pandemi kemarin sama sekali tidak ada yang membagikan makanan saat Ramadan, cuma kadang dapat pas Jumat Berkah. Lumayan membantu untuk kami,” ujar warga Keprabon Solo ini.
Jaswadi berharap untuk para dermawan yang membagikan takjil atau bingkisan makanan di pinggir jalan juga memperhatikan aspek keselamatan serta tidak mengganggu pengguna jalan yang lain.
“Meskipun di pinggir jalan sebisanya jangan dorong-dorongan, berbahaya apalagi banyak mobil dan motor yang melintas,” tutupnya.








